Soal Korupsi Dana Kemah, Dahnil Anggap Polisi Sudah Menghina Presiden

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Senin, 26 November 2018 14:57 WIB
Soal Korupsi Dana Kemah, Dahnil Anggap Polisi Sudah Menghina Presiden

Koordinator Juru Bicara Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya, Selasa (16/10/2018). /Suara.com-Agung Sandy Lesmana

Harianjogja.com, BANTUL-Ketua Pengurus Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menilai kasus yang sedang menyeret dirinya tentang korupsi dana kemah pemuda Islam adalah bentuk penghinaan pada presiden. Ia merasa seperti sedang dikerjai.

Ditemui seusai membuka Muktamar ke-17 Pemuda Muhammadiyah di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dahnil mengatakan kegiatan itu melibatkan Presiden RI Joko Widodo. Pihaknya hanya difasilitasi untuk ngumpulkan para pemuda Muhammadiyah untuk mengikuti acara itu.

"Jadi kalau kepolisian mempermasalahkan kegiatan yang diinisiasi Menpora dan Presiden, untuk kepentingan Presiden, pihak kepolisian sudah menghina presiden," katanya, Senin (26/11/2018).

Ia menegaskan bahwa dirinya mewakili Muhammadiyah hanya membantu presiden dan ikut memastikan agar presiden tidak dituduh anti Islam.

"Kalau niat baik kami dikhianati atau dikriminalisasi, saya kira kepolisian sudah menghina presiden," tegas Dahnil.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online