New York Dukung Jakarta Terbitkan Obligasi Rp5,6 Triliun
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Ilustrasi HIV/AIDS. (Harian Jogja)
Harianjogja.com, JAKARTA- Jumlah kasus HIV/AIDS yang ditemukan di DIY terus meningkat.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan kasus penderita HIV/AIDS di daerah ini secara kumulatif terus mengalami peningkatan setiap tahun sejak ditemukan pertama kali pada 1993.
"Sampai dengan Juni 2018 [jumlah kumulatif] kasus HIV di DIY mencapai 4.472 kasus dan 1.564 sudah masuk fase AIDS," kata Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinkes DIY, Sektyarini Hestu Lestari saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (30/11/2018).
Dia mengatakan, dari sebanyak 4.472 kasus tersebut, pengidap HIV/AIDS di DIY didominasi usia produktif dengan rentang usia 20-29 tahun yang mencapai 1.402 orang, disusul usia 30-39 tahun sebanyak 1.299 orang, dan usia 40-49 tahun sebanyak 746 orang.
Sebaran kasusnya, untuk HIV tertinggi masih di Kota Jogja yang mencapai 1.133 kasus, di Kabupaten Sleman 1.046 kasus. Adapun AIDS, tertinggi di Kabupaten Sleman mencapai 366 kasus, diikuti Bantul dan Kota Jogja.
Khusus temuan kasus baru HIV/AIDS di DIY, selama 2018 untuk periode Januari-Juni tercatat 315 kasus HIV, dan 39 kasus AIDS. Sedangkan pada 2017 untuk periode Januari hingga Desember tercatat 27 kasus AIDS dan 390 HIV.
Sementara itu, untuk faktor risiko yang paling banyak memicu HIV/AIDS di DIY adalah heteroseksual (hubungan seksual dengan lawan jenis), disusul homoseksual, dan narkotika suntik, dan air susu ibu.
Menurut Sektyarini, ada banyak faktor yang menyebabkan kasus HIV/AIDS di DIY terus meningkat, di antaranya akibat pergaulan bebas di kalangan usia produktif. Pergaulan tanpa disertai kontrol di usia tersebut terindikasi kuat memicu penularan HIV/AIDS yang di antaranya melalui hubungan seksual.
"Apalagi penularan HIV/AIDS paling dominan memang melalui hubungan seksual, sedangkan penularan melalui darah atau air susu ibu saya kira sangat kecil," katanya.
Namun demikian, kata Sektyarini, di sisi lain meningkatnya jumlah kasus tersebut juga menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat penderita HIV/AIDS untuk memeriksakan dirinya ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya.
"Sekarang ada kebijakan kalau hamil harus diperiksa HIV, spilis, dan hepatitis B, sehingga peningkatan jumlah kasus itu juga didapatkan dari hasil pemeriksaan tersebut,"ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Harvest Moon 26 September 2026 bukan pemicu gempa, tsunami, atau letusan gunung api. Daryono menjelaskan kaitannya dengan pasang laut dan rob.
Tiga dari empat wakil Indonesia di nomor tunggal badminton Asian Games 2026 lolos ke 16 besar. Jonatan Christie, Alwi Farhan, dan Putri KW menang.
Daftar HP Huawei yang mendapat HarmonyOS 7 pada 2026. Ada Mate 80, Mate 70, Pura 90, Nova 16 hingga Mate X7. Cek jadwal dan fitur barunya.
John Herdman mengungkap tekanan yang dirasakannya menjelang Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026. Simak komentar dan persiapan Garuda.
Pemkab Bantul memberi perhatian khusus pada enam kalurahan menjelang Pilur 4 Oktober 2026 karena memiliki potensi kerawanan.