Jadwal SIM Keliling Jogja 11 Juli 2026, Ada Layanan Malam
Jadwal SIM Keliling Jogja Juli 2026. Berikut rincian layanan yang bisa dimanfaatkan:
Penandatanganan pernyataan sikap bersama oleh para peserta pada back drop usai Sarasehan dan games kebangsaan di Tanah Perdikan, Ecoedupark, Puyang, Purwoharjo, Samigaluh, Kulonprogo, Selasa (18/12/2018)./Ist-Dok Panitia
Harianjogja.com, KULONPROGO – Ratusan warga lintas generasi dan beragam agama serta kepercayaan, mengikuti acara Sarasehan dan games kebangsaan di Tanah Perdikan, Ecoedupark, Puyang, Purwoharjo, Samigaluh, Kulonprogo, Selasa (18/12/2018).
Kegiatan dengan Tema Berani Lelah untuk NKRI tercinta dan Games Kebangsaan untuk Anak PAUD, TK dan SD tersebut diselenggarakan bersama Orang Muda Katolik dan Forum Lintas Agama yang tergabung dalam Forum Tanah Perdikan. Kegiatan tersebut merupakan lanjutan dari Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan pada 4 Desember yang lalu.
Penyelenggara Kegiatan Aloysius Edy Priharsono mengatakan, acara diikuti sedikitnya 100 orang dewasa dan 80 anak usia dini (PAUD), TK dan SD. Untuk peserta dewasa, mengikuti kegiatan sarasehan Membangun Semangat Bela NKRI dengan pembicara Kepala Desa Kebonharjo, Samigaluh Rohmad Ahmadi. Selain itu, anak-anak mengikuti kegiatan bermain dan belajar kebangsaan seperti mewarnai dan memasang puzzle pulau-pulau di peta NKRI.
“Inti dari kegiatan ini adalah penandatanganan petisi atau deklarasi serta pernyataan Forum Tanah Perdikan atau Forum Kerukunan Beragama, untuk berperan aktif siap menjaga Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Keutuhan NKRI, anti hoaks, fitnah dan ujaran kebencian dan siap bekerjasama menjaga kedamaian dan keamanan negara,” kata Edy dalam rilisnya.
Keterlibatan anak-anak dalam kegiatan tersebut menurutnya sebagai upaya menanamkan rasa cinta tanah air dengan memberikan contoh langsung dari orang tua. "Kami memberi contoh teladan bagi anak-anak sebagai bangsa Indonesia yang besar dan kuat dalam persatuan. Harapannya anak-anak kelak tetap menjaga bangsa Indonesia dan semakin jaya selamanya, tetep negara NKRI yang utuh,” imbuh Edy.
Inisiator Forum Tanah Perdikan, Romo FX Alip Suwito Pr menambahkan, bela bangsa dan bela NKRI menjadi salah satu hal yang harus diupayakan saat ini, memasuki tahun politik dimana ada perbedaan pilihan politik yang berpotensi menimbulkan perpecahan bangsa karena diwarnai hoax dan ujaran kebencian.
"Melalui kegiatan ini bersama anak-anak nanti kita akan bisa menanamkan kembali nilai-nilai NKRI, Pancasila, Undang-Undang dasar 45 dan kebhinnekaan. Yang kedua, bagi yang dewasa juga semakin terbuka pemahamannya berkaitan dengan pentingnya NKRI, kami dari bermacam-macam agama dengan deklarasi bersama-sama membela NKRI,” ungkap Alip yang berkarya di Gereja Boro Purwoharjo.
Adapun Rokhmad Ahmadi mengimbau masyaraklat untuk terus memupuk dan menjaga kerukunan di tahun politik, mewaspadai berkembangnya paham serta ideologi yang bertentangan dengan Pancasila serta tidak terpengaruh hoak atau berita bohong serta ujaran kebencian. Jangan sampai masyarakat terbiasa menerima informasi atau berita dengan mentah-mentah tanpa melihat kebenarannya.
"Ujaran kebencian dan fitnah itu berasal dari hoaks atau berita berita bohong, apalagi di tahun politik jelang pilpres ini hal itu marak. Jadi kita harus berani Lelah untuk NKRI tercinta, menentang segala bentuk hoaks dan ujaran kebencian,” ungkapnya.
Di Sisi lain, Sumarni, salah seorang Guru PAUD Mitra Balong Banjarsari mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai bermanfaat untuk mengenalkan kebhinnekaan dan kebesaran bangsa Indonesia sejak usia dini.
"Harapannya dengan ikut kegiatan ini, anak anak mengenal dan mencintai bangsa Indonesia yang besar. Kemudian belajar kebhinnekaan, mau berteman dan bergaul dengan siapa saja, apapun latar belakang agama, suku dan sebagainya. Siapapun mereka adalah teman,” ujarnya.
Acara diakhiri dengan penandatanganan pernyataan sikap bersama oleh para peserta pada back drop. Acara yang dimeriahkan Group Angklung Newtirasa Nada, Gereja Kristen Kerasulan Kebonharjo tersebut dihadiri pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompinca) Samigaluh, Kapolsek, Danramil, Pejabat Pemerintah Desa Purwoharjo dan para tokoh masyarakat setempat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM Keliling Jogja Juli 2026. Berikut rincian layanan yang bisa dimanfaatkan:
Saham Roblox anjlok 70% setahun, nilai pasar lenyap Rp1,2 triliun. CFO sebut kurang game viral dan perubahan algoritma jadi biang kerok. Simak selengkapnya.
Striker anyar PSIM Jogja Adrian Dalmau mengungkap perbedaan sepak bola Indonesia dan Spanyol. Jebolan akademi Real Madrid itu juga berbicara soal adaptasi cuaca
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum