Jelang Jatuh Tempo, PBB Gunungkidul Baru Terkumpul Rp21,7 Miliar
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X (pakai topi) saat meresmikan jalur alterantif Sleman-Gunungkidul di ruas Ngalang-Gading di area Jembatan Nguwot, Desa Ngalang, Gedangsari, Kamis (10/1/2019)/Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Jalur alternatif Sleman-Gunungkidul yang menghubungkan Ngalang-Gading di Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul diresmikan oleh Gubernur DIY Sri Sultan HB X, Kamis (10/1/2019). Selain mengurai kemacetan di jalan utama Jogja-Wonosari, jalur ini diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Jalur alternatif ini memiliki banyak manfaat,” kata Sultan kepada wartawan seusai peresmian, Kamis.
Menurut dia, jalur alternatif memiliki lokasi yang strategis karena menjadi penghubung antara wilayah Gunungkidul dengan Sleman. Adapun keunggulan ini memiliki pemandangan yang indah serta jalannya melewati berbagai destinasi wisata, baik yang ada di Gunungkidul mapun Sleman.
“Ada Tebing Breksi, Candi Ijo, Embung Nglanggeran dan lain sebagainya. Jadi akses tersebut memiliki banyak manfaat, utamanya mengurangi kepadatan kendaraan di jalur Jogja-Wonosari,” katanya.
Ia pun beharap potensi ini dimanfaatkan sehingga dapat mendongkrak perekonomian bagi warga sekitar. “Sangat potensial dan saya yakin bisa memiliki nilai manfaat ekonomi yang baik,” imbuhnya.
Sultan menambahkan, peresmian jalur alternatif di ruas Ngalang-Gading belum menyeleseikan seluruh jalan karena masih ada jalan yang belum dibangun. Dia pun menargetkan di 2021 seluruh jalur benar-benar tersambung.
“Yang jelas lahan untuk pembuatan jalan harus dibebaskan. Kalau di Gunungkidul sudah siap [selesai pembebasan] langsung kita bangun, begitu juga sebaliknya untuk wilayah Sleman,” katanya.
Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral DIY, Bambang Sugaib mengatakan, untuk pembangunan ruas jalur Ngalang-Gading dialokasikan anggaran Rp82 miliar. Dana ini tidak hanya untuk membangun jalan, tapi juga dimanfaatkan untuk pembangunan Jembatan Nguwot.
“Untuk jalur Ngalang-Gading sudah selesai. Selanjutnya kami targetkan penyelesaian Ngalang-Ngoro-oro di Patuk,” kata Bambang.
Dia menjelaskan, untuk jalur Tawang-Ngalang, Pemerintah DIY mengalokasikan anggaran sekitar Rp280 miliar. Rencananya selain untuk membangun jalan, juga dimanfaatkan pembangunan empat jembatan di kawasan tersebut. “Kami masih menunggu selesainya pembebasan lahan. Kalau sudah selesai, maka siap dibangun,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Menlu Sugiono membuka dan menutup pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dengan salam lintas agama.
Shopee, TikTok Shop, dan Tokopedia dinilai berpotensi masuk kategori risiko tinggi PP Tunas seperti Lazada dan Blibli.