Berusia 52 Tahun, SMA Santa Maria Perkuat Budaya Literasi

Herlambang Jati Kusumo
Herlambang Jati Kusumo Rabu, 16 Januari 2019 22:10 WIB
Berusia 52 Tahun, SMA Santa Maria Perkuat Budaya Literasi

Acara diskusi buku peringatan 52 tahun SMA Santa Maria Jogja, Rabu (16/1/2019)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo

Harianjogja.com, JOGJA—Menginjak usia 52 tahun, SMA Santa Maria Jogja berharap budaya literasi di kalangan pelajar dapat meningkat, baik dalam membaca maupun menulis.

Peringatan ulang tahun yang mengusung tema Menghidupkan Api Komunikasi dalam Aneka Budaya Menuju Peradaban Kasih ini membedah tiga buku karya guru dan karyawan dengan tajuk Refleksi Guru dan Karyawan SMA Santa Maria Yogyakarta, dan karya siswi dengan tajuk Putri Kecil yang Mandiri. Ada juga buku dari alumni dengan judul Sesaat yang Memberi Makna.

“Merayakan hari ulang tahun kali ini, harapannya kawula muda gemar membaca. Dengan gemar membaca akan terbuka wawasan dan menjadi cerdas,” kata Kepala SMA Santa Maria Jogja Sr. M. Ancilla OSF, Rabu (16/1/2019).

Dikatakan dia, budaya membaca di SMA Santa Maria sudah ditanamkan dalam keseharian para siswinya. Setidaknya setiap pagi sebelum kegiatan belajar mengajar, ada waktu 15 menit untuk anak-anak membaca. Perpustakaan juga didirikan di setiap kelas.

Ketua panitia kegiatan ulang tahun DS. Putuy H. Santoso atau yang kerap disapa Donal mengungkapkan kegiatan ini tidak hanya sebagai peringatan ulang tahun biasa, tetapi juga sebagai peringatan Natal dan acara diskusi tiga buku.

“Acara syukur atas Natal kami semakin sejahtera memiliki atmosfer hidup bersama yang memungkinkan SMA Santa Maria berkembang optimal dan bermartabat,” ujar Donal.

Diharapkan, dengan kegiatan ini para siswi tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga semakin rajin dalam menulis dengan berbudaya, berkarakter dan tetap mengutamakan keadilan sosial, berketuhanan serta berperikemanusiaan.

Salah satu narasumber Y.B. Margantoro mengungkapkan penulis ketiga buku yang dibedah mewakili tiga rumpun literasi dari Gerakan Literasi Nasional (GLN) yang dicanangkan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2016. GLN mengembangkan Gerakan Literasi Keluarga (GLK), Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dan Gerakan Literasi Masyarakat (GLM).

“Pendidikan menjadi prioritas utama dalam upaya membangun dan meningkatkan kualitas manusia. Peningkatan kualitas manusia melalui pendidikan, berkaitan erat dengan tingkat minat baca,” kata dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Laila Rochmatin
Laila Rochmatin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online