Kasus Bertambah, Cek Data Covid-19 di DIY 18 Maret
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Ilustrasi uang rupiah/Reuters
Harianjogja.com, KULONPROGO—Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, menyatakan kesiapannya untuk bertemu Sri Paduka Paku Alam X untuk membahas soal pencairan dana tali asih bagi warga penggarap lahan Pakualaman Grond (PAG).
Tali asih itu sebelumnya sudah dijanjikan akan diberikan kepada warga penggarap lahan PAG yang terkena dampak pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kecamatan Temon.
“Saya akan sowan lagi ke Paduka Paku Alam untuk memohon kepada beliau [Paku Alam IX] agar segera dibagi [bantuan tali asih] karena memang uangnya sudah ada. Saya usahakan pekan depan," kata Hasto, Sabtu (20/1/2019).
Bupati memastikan dana tali asih senilai Rp25 miliar tersebut sudah ada namun memang belum diberikan kepada warga. Dia mengaku Pakualaman sempat menawarkan Pemerintah Kabupaten Kulonprogo untuk membawa dulu uang tersebut.
Adapun, Hasto tidak berkenan dengan alasan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Secara legal formal, uang tali asih yang diberikan kepada Pemkab mesti masuk Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kulonprogo.
Bila tidak masuk kas daerah, dikhawatirkan dana tali asih bisa dianggap sebagai uang siluman dan jadi bahan pembicaraan karena Pemkab menerima uang miliaran rupiah tanpa disahkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kulonprogo.
Pada Jumat (18/1/2019), warga bekas penggarap lahan PAG terdampak NYIA, Marsudi, menuturkan warga memerlukan dana tali asih segera cair untuk memenuhi kebutuhan hidup. Mereka sekarang ini sudah tergusur akibat proyek pembangunan bandara.
Dana tali asih antara lain akan digunakan sebagai modal membangun usaha setelah kehilangan lahan garapan. “Cuma sampai saat ini belum ada kejelasan kapan dana tali asih dicairkan. Warga benar-benar butuh dana itu untuk membangun kembali hidup setelah tergusur,” ungkap warga Desa Glagah, Kecamatan Glagah itu, Jumat.
Marsudi mengungkapkan proses pendataan penggarap beserta luasan lahan garapan masing-masing sebenarnya sudah dilakukan beberapa waktu lalu. Sesuai janji, dana Rp25 miliar akan dibagikan kepada warga penggarap.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 menjadi Rp268 triliun demi efisiensi program Makan Bergizi Gratis.
DPRD DIY memastikan tidak ada kebijakan pemutusan kerja terhadap tenaga pendidik non-aparatur sipil negara tersebut di Daerah Istimewa Yogyakarta
Prabowo targetkan pembangunan 5.000 desa nelayan lengkap SPBU khusus, cold storage, dan fasilitas es batu hingga 2027.
BNNP DIY mengungkap modus sabu disembunyikan dalam speaker di Bantul. Seorang mahasiswa ditangkap bersama sabu dan tembakau sintetis
HUT ke-18 Harian Jogja, Transformasi dari Perusahaan Media Menuju Perusahaan Komunikasi Diperkuat