PHK Industri Tak Hanya Dipicu Harga Gas, Ini Penjelasan Said Iqbal
Said Iqbal menegaskan PHK industri tidak hanya dipicu harga gas, tetapi juga konflik global, daya beli melemah, dan relokasi investasi.
Agung Wibowo saat bersamanya ibunya, Rabu (23/1/2019). /Harian Jogja-Kiki Luqmanul Hakim. (ST16)
Harianjogja.com, BANTUL – Pada 15 bulan silam, Agung Wibowo terlahir ke dunia. Putra keempat pasangan Warsih dan Budiharjo warga Dusun Karasan 6, Palbapang, Bantul itu lahir dengan sehat dan selamat.
Tetapi beberapa hari kemudian, diketahui bayi mungil itu tidak bisa mengeluarkan kotoran karena tidak memiliki anus. Keduanya tetap ikhlas dan sabar menjalani cobaan itu. Agung pun langsung dirujuk ke RSUP Sardjito untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Di Sardjito, langsung mendapatkan penanganan, operasi pertama yaitu pembuatan stoma atau lubang pembuangan pada perut sebelah kiri. Operasi berjalan lancar yang dilakukan pada 12 Desember 2017 silam. Sedianya memakan biaya Rp36 juta tetapi sepenuhnya dijamin oleh JKN. Saat ini masih menunggu giliran operasi tahap kedua yaitu pembuatan lubang anus.
Lubang operasi pertama pada perut sebelah kiri yang berfungsi untuk pembuangan kotoran dengan disalurkan pada kantong kolostomi. Dari profesinya sebagai buruh, kini Warsih dan Budiharjo mulai merasakan beratnya membeli kantong tersebut. Meski harga kantong itu hanya Rp37.500.
"Satu kantong hanya mampu dipakai satu hingga dua hari," ucapnya saat ditemui Harian Jogja, Rabu (23/1).
Jika kantong tersebut tidak diganti selama dua hari perut Agung akan iritasi yang menimbulkan lecet pada daerah pembuatan stoma dan harus dibawa ke Rumah sakit. "Pernah waktu itu bocor terus gantinya kelamaan, perutnya langsung kena infeksi, terus saya bawa ke rumah sakit," ucapnya lirih.
Ketika persediaan kantong kolostomi kosong, kantong yang lama tersebut dapat digunakan lagi dengan syarat harus dicuci bersih menggunakan air hangat. Namun alternatif tersebut harus memakan biaya tambahan lagi untuk memberli perekat kulit yang harganya sebesar Rp300.000.
"Soalnya kantongnya itu kan cuma ada di apotek atau rumah sakit tertentu, jadi kalau pas stoknya habis ya terpaksa harus dicuci terus harus beli perekat perut biar kantongnya nggak jatuh," katanya.
Selain operasi tahap kedua yang masih menunggu giliran, Agung harus menjalani operasi tahap ketiga, yaitu proses penutupan lubang pembuangan pada perut sebelah kiri Agung. Warsih juga berkata bahwa ada empat bayi lain yang mengalami nasib sama seperti anak bungsunya tersebut. "Harapan saya operasi kedua dan selanjutnya bisa berjalan lancar biar anak saya bisa buang kotoran dengan cara normal seperti bayi lainnya," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Said Iqbal menegaskan PHK industri tidak hanya dipicu harga gas, tetapi juga konflik global, daya beli melemah, dan relokasi investasi.
KCI pastikan KRL tetap beroperasi meski pasokan listrik PLN terganggu, keterlambatan hanya sekitar tiga menit.
BTS dinobatkan sebagai tamu kehormatan di La Plata Argentina jelang konser tur dunia ARIRANG Oktober 2026.
Pria di Bantul ditangkap usai mencuri HP mahasiswi dengan modus minta bantuan. Pelaku pura-pura motor mogok untuk mengelabui korban.
Pemkab Sumenep tetapkan status siaga kekeringan selama 6 bulan. Sebanyak 76 desa di 19 kecamatan berpotensi krisis air bersih.
PT KAI Daop 6 Jogja mengevakuasi seorang bayi yang ditemukan di dalam toilet KA Sancaka 84B relasi Jogja–Surabaya Gubeng pada Sabtu (4/7/2026) pagi.