Ratusan Ulama DIY Deklarasi Pemilu Damai dan Antihoaks

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Sabtu, 23 Februari 2019 23:57 WIB
Ratusan Ulama DIY Deklarasi Pemilu Damai dan Antihoaks

Ratusan ulama mendeklarasikan perang terhadap hoaks dan fitnah usai menghadiri Halaqah Alim Ulama DIY Merawat Ukhuwah Islamiyyah Melawan Hoaks dan Fitnah di Ponpes Sunan Pandanaran Ngaglik, Sleman, Sabtu (23/2). /Harian Jogja-Abdul Hamid Razak

Harianjogja.com, JOGJA- Ratusan ulama di wilayah DIY menggelar halaqah alim ulama di Ponpes Sunan Pandanaran, Sabtu (23/2). Selain mengajak masyarakat melaksanakan pemilu damai, para ulama tersebut juga siap melawan hoaks dan meneguhkan ukhuwah Islamiyyah.

Ketua Dewan Pembina Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam Romahurmuziy mengatakan deklarasi yang melibatkan para pengasuh pondok pesantren dan organisasi berbasis Islam tersebut dilakukan karena mereka memiliki basis umat.

"Mereka memiliki forum-forum umat sehingga perlu menentukan pilihan secara cerdas," katanya usai menggelar Halaqoh Alim Ulama DIY Merawat Ukhuwah Islamiyyah Melawan Hoaks dan Fitnah di Ponpes Sunan Pandanaran Ngaglik, Sleman, Sabtu (23/2).

Sejumlah ulama berpengaruh mengikuti kegiatan tersebut, seperti Ketua PCNU Sleman KH. Ismail S Ahmad, pengasuh Pesantren Al Furqon Bantul KH. Muhammad Irfan Chalimy, Sekretaris PCNU Bantul K. Marhadi Fuad dan Ketua PW Ansor DIY Muhammad Syaifudin. Total peserta yang mengikuti deklarasi sebanyak 200 ulama.

Rommy yang juga Ketua Umum DPP PPP itu mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk meluruskan pemilih dengan perspektif yang benar berdasarkan fakta, bukan hoaks dan fitnah yang selama ini terjadi. Keterlibatan para alim ulama, katanya, memegang posisi penting karena suaranya masih didengar oleh ummat.

“Terutama terkait masalah moral. Selama ini tokoh-tokoh politik sekaliber Prof Amien Rais, Fadli Zon atau Prabowo Subianto saja bisa terjebak dengan hoaks Ratna Sarumpaet. Inilah bagaimana peran penting ulama dan kiai untuk mengajak menjadi pemilih cerdas,” katanya. 

Diakui Rommy, saat ini banyak produsen hoaks yang muncul hanya semata-mata mengejar uang. Kabar-kabar bohong yang diproduksi, sangat mengkhawatirkan dan bukan lagi sebagai sebuah tindakan politik semata. Sebab dampaknya justru melahirkan permusuhan sesama umat.

"Nah, cyber army atau squad yang memproduksi hoaks ini tidak lagi peduli terhadap keutuhan bangsa, tapi hanya peduli pada uang saja. Saya prihatin betul,” katanya.  

Ketua PW Anshor DIY Muhammad Syaifudin mengatakan saat ini hoaks begitu masif disebarkan melalui media online untuk membuat gaduh Bangsa Indonesia. Anshor DIY satu suara untuk menolak hoaks.

"Kami melihat ada upaya orang untuk membuat suasana bangsa jadi buruk dan gaduh. Kami di Anshor DIY jelas tidak ingin terjadi hal seperti itu. Di sini kami mendukung nyata dan telah mempersiapkan 100 dai muda untuk turun gunung menyentuh masyarakat,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online