Lebih dari 100.000 Orang di DIY Telah Disuntik Vaksin
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Ilustrasi hewan pengerat./JIBI
Harianjogja.com, KULONPROGO—Para petani diminta tetap waspada meski belum ada laporan serangan hama tikus yang berakibat gagalnya panen. Antisipasi berupa emposan, umpan, sanitasi lahan dan gropyokan perlu dirutinkan.
Koordinator Petugas Pengendali Organisme Penganggu Tanaman (POPT) Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpangan) Kulonprogo Wahyu Wijayantoro mengatakan serangan hama tikus tetap ada tapi tidak banyak. Hama ini menyerang daerah terentu, terutama di wilayah utara yang dekat dengan Kabupaten Sleman seperti Kecamatan Nanggulan, Girimulyo dan Kalibawang.
Sasarannya pun tidak hanya merusak padi saat memasuki musim panen tetapi juga jagung dan kedelai. Karena itu, antisipasi diperlukan dengan semua cara, baik dengan emposan, umpan, sanitasi lahan dan gropyokan. “Dari sekian cara, petani perlu mengoptimalkan sanitasi lahan dan gropyokan karena yang paling efektif dalam membasmi tikus,” ungkapnya, Senin (11/3/2019).
Kemunculan tikus meski sedikit tetap harus cepat dikendalikan agar tidak merajalela karena perkembangan tikus sangat cepat. Dalam cuaca yang pas dan kondisi yang memungkinkan bisa berlindung dan ketersediaan pakan banyak, sepasang tikus dapat berkembang biak hingga ribuan ekor hanya dalam jangka waktu setahun.
Dalam upaya membasmi tikus, Disperpangan menerjunkan penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan petugas POPT yang dituntut aktif mendampingi petani. Mereka turun ke lapangan memberkan penyuluhan dan imbauan khususnya untuk pengendalian OPT.
Selain itu, jawatan tersebut juga menginstruksikan POPT di tiap kecamatan utnuk membentuk Unit Reaksi Cepat (URC) serta mendorong kelompok tani untuk bekerja sama dengan Koramil.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Disperpangan Kulonprogo Tri Hidayatun menjelaskan tim URC bertugas mengamati secara intensif bersama petani setempat. Tidak hanya tikus tetapi hama lain yang berpotensi merusak hasil panen. Proses ini dilakukan secara terpadu sejak awal tanam.
Sejauh ini hama tikus di Kulonprogo belum mengkhawatirkan. Musuh utama petani saat ini justru hama wereng cokelat. Berdasarkan hasil pengamatan petugas di lapangan, hama tersebut telah menyerang beberapa lahan pertanian di Kecamatan Temon, Panjatan, Sentolo dan Kokap.
Namun, tingkat serangan masih pada tahapan ringan dan secara spotspot. Upaya pengendalian menggunakan obat agen hayati. “Antisipasi di tingkat persemaian dengan agen hayati, belum menggunakan pestisida atau zat kimia. Pestisida menjadi alternatif terakhir jika sudah tidak mampu teratasi,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.