7 Siswa SMK Ngawi Sakit Usai Santap MBG, Ini Penjelasan Polisi
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Peringatan Earth Hour di Titik 0 Kota Jogja, Sabtu (30/3/2019) m lam./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA-- Ratusan warga di Jogja berkumpul di Titik 0 Kilometer (Km) pada Sabtu (30/3/2019) malam. Titik 0 Km terlihat gelap malam itu. Lampu-lampu jalan, Bank Indonesia, BNI, Pos Indonesia dan Benteng Vredeburg padam malam ini.
Sekitar 500-an pengunjung Malioboro memadati Monumen Serangan Oemoem (SO) 1 Maret. Mereka duduk di undakan yang melingkari monumen. Beberapa memilih rumput sebagai tempat duduknya bersama teman dan keluarga.
Sejumlah lilin dinyalakan di depan panggung. Selama satu jam penuh, yakni pada 20.30 sampai 21.30, lampu 0 Km padam. Malam ini sedang berlangsung Switch Off 2019: Earth Hour Jogja, yang mengangkat tajuk Gotong Royong Rumat Bumi.
Adalah komunitas Earth Hour Jogja penginisiasi acara ini. Ketua Panitia, Ali Zaenal, mengatakan kegiatan ini dilatarbelakangi kekhawatiran mereka akan semakin borosnya energi yang digunakan manusia. Setidaknya dalam satu jam, ia ingin mengajak masyarakat untuk kembali sadar pentingnya hemat energi dan lebih peduli pada lingkungan.
Ia menyebutkan, acara yang sedang berlangsung di SO 1 Maret ini hanya seremoni. Di luar itu, ada 44 partisipan dan 60 titik yang telah bergabung mendukung gerakan Earth Hour ini. Termasuk diantaranya adalah Pos Indonesia, Bank BNI dan Benteng Vredeburg yang mengililingi lokasi acara. Tugu jogja, Candi Prambanan, Bank Indonesia, beberapa hotel dan cafe juga turut serta.
Sejumlah komunitas turut meramaikan seremoni Earth Hour ini, di antaranya Ngopinyastro, Kopibasi, Keroncong VOC, Teater Misbah, dan masih banyak lagi. Meteka tampil selama acara dan puncaknya saat pemadaman lampu.
Ketua KPU DIY, Hamdan Kurniawan, mengaku jika ia baru tahu jika malam ini akan berlangsung Earth Hour. Menurutnya, KPU hanya berusaha menyampaikan visi misi Capres.
Seumpama masyarakat memilih memadamkan listrik, itu tidak masalah sebab Debat Capres tidak harus disaksikan secara live, melainkan lewat youtube juga bisa. "Saya kembalikan ke masyarakat, yang pentig pesannya sampai," katanya.
Sementara itu, Ali tidak ambil pusing soal Debat Capres yang jadwalnya bertabrakan dengan Earth Hour. Menurutnya, Debat Capres itu demi kepentingan masyarakat juga, dan apa yang sedang ia lakukan adalah juga sama untuk kebaikan masyarakat. "Yang penting kita sama-sama melakukan apa yang kita yakini."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Tren Manhattan, Brooklyn, Queens, The Bronx, dan Staten Island versi Jogja viral di TikTok. Simak asal-usul lima borough New York dan pemetaannya di DIY.
India resmi mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 demi hadapi Brasil. Timnas Indonesia kehilangan lawan di Grup A. India terancam denda Rp439 juta dan cari dua laga u
PSG mengalahkan Aston Villa 2-1 dan menjadi klub ketiga dalam sejarah yang menjuarai Piala Super Eropa dua musim beruntun
Rekomendasi 8 HP flagship bekas terbaik 2026 dengan harga turun drastis. Dari Samsung Galaxy S23 Rp6 jutaan hingga iPhone 13 Pro Rp9,5 jutaan. Cek tips membelin
Xavi Hernandez resmi jadi pelatih Timnas Belanda dengan kontrak hingga Piala Dunia 2030. Ia sebut dirinya "anak sepak bola Belanda" dan ingin bawa filosofi meny