Ratusan Santri Deklarasikan Pemilu Damai

Jalu Rahman Dewantara
Jalu Rahman Dewantara Selasa, 02 April 2019 08:07 WIB
Ratusan Santri Deklarasikan Pemilu Damai

Prosesi pembacaan deklarasi Pemilu Damai oleh warga dan santri dari Pondok Pesantren Al-Muttaqin di Dusun V, Desa Ngestiharjo, Kecamatan Wates, Minggu (31/3/2019).-Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara

Harianjogja.com, KULONPROGO—Maraknya ujaran kebencian dan hoaks yang berseliweran menjelang Pemilu 2019 berpotensi menimbulkan konflik horizontal. Jika dibiarkan, bisa merusak persatuan, lebih parah lagi masyarakat Indonesia dapat terpecah belah.

Kekhawatiran itulah yang mendasari ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Muttaqin dan warga sekitar ponpes menggelar doa bersama dan deklarasi pemilu damai. Kegiatan ini dilangsungkan di kompleks Ponpes Al-Muttaqin di Dusun V, Desa Ngestiharjo, Kecamatan Wates, Minggu (31/3/2019) malam.

Pengasuh Ponpes Al-Muttaqin Mujadi mengatakan secara garis besar kegiatan ini merupakan bentuk keprihatinan pihaknya terkait situasi kondisi masyarakat di tahun politik. Banyak hal-hal negatif beredar seperti hoaks, fitnah dan ujaran kebencian. Ini berpotensi merusak persatuan bangsa yang telah terjalin sejak Indonesia berdiri.

“Karena itu, kami [Al-Muttaqin] berupaya meminimalkan konflik dengan menggelar doa bersama atau mujahadah ini agar pemilu bisa aman dan damai,” kata Mujadi di sela-sela deklarasi bertema Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa dan Keutuhan NKRI dalam Menyukseskan Pileg dan Pilpres 2019 yang Aman, Jujur dan Bermartabat di Ponpes Al-Muttaqin, Minggu.

Deklarasi ini diikuti ratusan warga dan keluarga besar Ponpes Al Muttaqin. Mereka menyatakan setia kepada NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Toleransi antar sesama umat beragama akan dijaga. Selain juga turut menciptakan terselenggaranya Pileg dan Pilpres 2019 yang aman, damai, jujur, adil dan demokratis.

Mujadi berharap lewat deklarasi ini warga dan penghuni ponpes bisa menularkan hal-hal positif kepada masyarakat, antara lain menjaga silaturahmi dan mensukseskan pemilu damai. Umat agama lain juga diharapkan bisa mengikut langkah serupa, menurutnya kekuatan doa bisa meredam rasa benci dan meminimalisir konflik.

Aris Syarifuddin salah satu santri Ponpes Al Muttaqin mengatakan santri jaman sekarang termasuk di ponpesnya telah memahami betul media sosial. Atas hal itu dia mengajak sesama santri untuk lebih berhati-hati dalam dalam menerima informasi dari medsos. “Agar tidak ikut-ikutan apalagi terpengaruh berita yang tidak benar, terlebih jika sampai menyebarkannya,” kata Aris.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Galih Eko Kurniawan
Galih Eko Kurniawan Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis