UNBK di DIY Lancar meski Ada Sekolah yang Menumpang

Tim Harian Jogja
Tim Harian Jogja Selasa, 02 April 2019 07:07 WIB
UNBK di DIY Lancar meski Ada Sekolah yang Menumpang

Ilustrasi UNBK/Antara

Harianjogja.com, JOGJA—Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk SMA yang dimulai Senin (1/4) berjalan lancar tanpa kendala berarti. Namun, masih ada beberapa sekolah yang menumpang.

SMAN 8 Jogja melaksanakan UNBK dalam tiga sesi. Staf Kurikulum SMA N 8 Jogja, Nunik Ritasari mengatakan UNBK di SMA N 8 Jogja diikuti oleh 257 peserta, dengan rincian 227 IPA dan 30 IPS. Dari jumlah tersebut, tak ada siswa yang absen.

SMAN 8 Jogja telah menyediakan 90 unit komputer, yang terbagi ke dalam tiga ruangan. Tidak ada masalah dalam pelaksanaan ujian, baik listrik maupun jaringan Nunik mengatakan tidak ada kendala.

Hal tidak jauh berbeda juga ditemukan di SMA Muhammadiyah 2 Jogja. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA Muhammadiyah 2, Retno Sumirat, mengatakan UNBK diikuti oleh 303 peserta, dengan rincian 126 IPS dan 177 IPA. “Alhamdulillah masuk semua, belum ada yang izin,” kata Retno.

SMA Muhammadiyah 2 Jogja menyediakan 120 komputer, dengan rincian 101 untuk peserta dan 19 untuk cadangan. SMA Muhammadiyah 2 Jogja telah menyiapkan teknis UNBK sejak sepekan sebelumnya.

Ada persiapan khusus untuk siswa tepat sebelum melaksanakan UNBK. Setiap sesi wali kelas mengecek kehadiran siswanya, sembari meletakkan barang-barang, di situ mereka diberi roti dan susu.

SMAN 3 Jogja juga melaksanakan hari pertama UNBK dengan lancar. Hal ini dikatakan Humas SMA N 3 Jogja, Agus Santosa. Ia menjelaskan UNBK dibagi dalam tiga sesi, yang diikuti oleh 221 peserta, dengan rincian 207 IPA, dan 14 IPS.

Di Kulonprogo, ujian juga berjalan mulus. Tak ada kendala baik itu dari server, listrik maupun isu kebocoran soal.

Kepala Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Kulonprogo Henri Tatik Widayati mengatakan berdasarkan pemantauan jajarannya di sekolah penyelenggara UNBK tidak ditemukan adanya kendala. Namun, terdapat dua siswa masing-masing dari SMAN 2 Wates dan SMAN 1 Wates yang tidak bisa mengikuti ujian karena sakit.

“Alhamdulillah lancar, yang tidak masuk ada satu siswa di SMAN 2 Wates, di SMAN 1 Wates juga ada satu siswa yang sakit sehingga tidak bisa ikut ujian,” kata Henri kepada Harian Jogja, Senin sore.

Kepala SMAN 1 Pengasih, Ambar Gunawan saat dikonfirmasi Harian Jogja menyatakan UNBK yang diselenggarakan secara mandiri oleh sekolahnya berlangsung lancar. Tidak ada gangguan server maupun masalah listrik selama ujian berlangsung. Dia memastikan seluruh siswa peserta ujian di sekolahnya hadir semua.

Hal senada diungkapkan Humas MAN 2 Wates, Amir Ma\'ruf. Sekolahnya kata dia, sukses menyelenggarakan UNBK di hari pertama. Tim pemantau dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY, Balai Dikmen Kulonprogo, dan Kantor Kementerian Agama Kulonprogo turut mendatangi sekolahnya.

UNBK di Kulonprogo diikuti 16 sekolah. Empat sekolah masih harus menumpang di sekolah lain lantaran kekurangan sarana prasarana dan jumlah siswa. Adapun total jumlah peserta UNBK di kabupaten berjuluk Bumi Menoreh ini sebanyak 2.082 siswa. Rinciannya 1.523 siswa SMA dan 559 siswa MA.

Di Gunungkidul, UNBK SMA diikuti 2.556 orang.  Kepala Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Gunungkidul, Sangkin, mengatakan UNBK yang terbagi dalam dua sesi berjalan lancar. Sampai selesainya UNBK pada hari pertama, ia tidak menerima laporan gangguan dari SMA manapun.

“Alhamdulillah tidak ada laporan sama sekali,” ujar Sangkin.

Menurut Sangkin, jauh-jauh hari pihaknya sudah berkoordinasi dengan sekolah dan PLN. “Kami sudah imbau kepada sekolah untuk menyediakan genset apabila mati listrik. PLN juga kami meminta agar tidak ada gangguan jaringan listrik saat ujian berlangsung.”

Menumpang

Terdapat empat SMA di Gunungkidul yang menumpang UNBK. Keempat SMA tersebut antara lain SMA Pembangunan 4 Playen numpang UNBK di SMK Yappi, SMA Pembangunan Wonosari numpang di SMK Maarif Wonosari, MA Maarif Nglipar numpang di SMK Trunajaya Nglipar, dan SMK Taman Siswa Playen numpang di SMK Maarif Semanu.

Di Bantul, dua SMA menumpang UNBK karena karena jumlah siswa sedikit.

Kedua SMA yang menumpang UNBK tersebut, yakni SMA Patria dan SMA Tumbuh. Total peserta UNBK dari kedua sekolah tersebut hanya lima orang,
“Digabung ke SMA 1 Sewon,” kata Kepala Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) wilayah Bantul Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora), DIY, Suhirman, saat memantau proses UNBK SMA di SMA 3 Bantul, Senin (1/4).

Suhirman mengatakan total peserta UNBK SMA di Bantul yang tercatat sebanyak 4.633 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 19 SMA negeri dan 17 SMA swasta. Sejauh ini di hari pertama UNBK tidak ada kendala berarti yang menghambat proses UNBK.

Namun, di SMAN 1 dan SMAN 2 sempat ada pemadaman listrik selama lima menit. Ia belum tahu penyebab pastinya, namun listrik sudah menyala kembali dalam lima menit. Kedua SMA negeri tersebut juga sudah memiliki genset maing-masing sehingga kondisinya aman ketika terjadi gangguan listrik.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul, Helmi Jamharis meminta semua SMA swasta dan negeri agar mengajukan tambahan bantuan komputer ke Disdikpora DIY untuk mengurangi jumlah sesi ujian. Ia melihat masih banyak sekolah yang menggelar UNBK sampai tiga sesi. Ujian sesi tiga yang dimulai siang dan berakhir sekitar pukul 16.00 WIB berpotensi mengganggu konsentrasi siswa

“Saya sudah minta laporkan ke Pemda DIY agar ke depan fasilitas UNBK terpenuhi supaya UNBK bisa dilakukan ujian bersama [tidak sampai tiga sesi],”  kata Helmi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online