Ponpes Diajak Perangi TBC

Jalu Rahman Dewantara
Jalu Rahman Dewantara Jum'at, 05 April 2019 06:07 WIB
Ponpes Diajak Perangi TBC

Ilustrasi kampanye stop TBC./JIBI

Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulonprogo mengajak seluruh pondok pesantren untuk bersama-sama memerangi penyakit TBC. Sejumlah hal yang perlu dilakukan dengan meningkatkan kualitas kesehatan, peningkatan gizi dan kesehatan reproduksi untuk para santri serta memperhatikan kesehatan lingkungan pondok.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kulonprogo Ananta Kogam Dwi Korawan mengatakan pondok pesantren merupakan tempat yang rawan penularan TBC. Selain ponpes juga termasuk panti asuhan dan rutan. Ini dikarenakan tempat-tempat tersebut menjadi lokasi untuk saling berinteraksi setiap hari.

“Ponpes merupakan tempat belajar, tempat tinggal dan tempat berinteraksi antara penghuninya secara bersama-sama setiap hari sehingga perlu dikelola dengan baik untuk kebersihan lingkungan agar tidak ada sebaran penyakit khususnya TBC,” ujar Ananta dalam sarasehan peringatan Hari TBC Sedunia bertema Saatnya Kulonprogo bebas TBC Mulai dari Saya di Aula Adikarto kompleks Pemkab Kulonprogo, Kamis (4/4/2019).

Ananta mengatakan cakupan penemuan penderita TBC di Kulonprogo saat ini baru mencapai 60%. Prosentase tersebut masih tergolong rendah sehingga perlu ditingkatkan. Di samping itu, masyarakat tetap harus menjaga kesehatannya agar tak menjadi penderita penyakit ini.

Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kulonprogo Djulistyo dalam sambutannya mengatakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinkes Kulonprogo terkait pemberantasan penyakit TBC harus terus disosialisasikan. Ini juga bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit tersebut beserta penanggulangannya.

Dalam penyelesaian kasus TBC, selain faktor internal, terdapat juga faktor eksternal yang dapat mempermudah penularan TBC. Sebut saja lingkungan yang tidak sehat seperti ventilasi yang tidak baik, ukuran rumah yang tidak seimbang dengan jumlah penghuninya, serta perilaku hidup tidak sehat antara lain meludah di sembarang tempat.

Dia menambahkan masyarakat perlu sebuah ruang lingkup kesepakatan bersama dengan para pengelola pondok pesantren, pengelola panti asuhan dan pengelola asrama yang ada di Kulonprogo untuk ikut berperan serta menanggulangi dan mencegah munculnya penyakit ini.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Galih Eko Kurniawan
Galih Eko Kurniawan Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online