Bukan Mahasiswa UNY, Ini Penjelasan RSUP Dr Sardjito tentang Warga Jepang yang Dirawat di Ruang Isolasi
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Ilustrasi penderita gangguan jiwa. /Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Masalah kejiwaan menjadi salah satu gangguan kesehatan yang banyak terjadi di Gunungkidul. Sayangnya, meski banyak terjadi kasus, wilayah ini hanya memiliki satu orang psikiater yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari.
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul, Priyanto Madya Satmaka, mengatakan puskemsmas yang ada di tiap kecamatan belum mampu menangani orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). "Apabila ada rujukan dari puskesmas, pasien gangguan kejiwaan dibawa ke RSUD untuk bertemu psikiater," ujarnya, Minggu (21/4/2019).
Priyanto menjelaskan jumlah ODGJ di Gunungkidul yang dipasung tercatat sebanyak 21 orang. Selain itu, dalam penanganan ODGJ Dinkes menerapkan sistem jemput bola. Hal tersebut berdasar pada Permenkes No.4/2019 tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar pada SPM Bidang Kesehatan.
"Di sana dijelaskan bahwa ODGJ harus mendapatkan standar pelayanan minimal dengan cara pendataan dari desa-desa oleh puskesmas di setiap kecamatan. Lalu pasien diberikan pendampingan kesehatan jiwa, sebab masih ada anggota keluarga yang malu mengakui jika ada salah satu dari mereka yang termasuk ODGJ," katanya.
Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Gunungkidul, Wijang Eka Aswarna, mengatakan jajarannya kesulitan mendata jumlah ODGJ di Bumi Handayani karena beberapa hal. "Penyandang ODGJ kategori berat biasanya mobilitas mereka tinggi, jadi berpindah-pindah tempat secara cepat karena linglung, sehingga lupa rumahnya," ucapnya.
Dalam penanganannya, Dinsos bekerja sama dengan Dinkes, kepolisian dan Satpol PP untuk menjaring ODGJ yang tidak terurus. "Contohnya ODGJ ini mondar-mandir di jalan tidak memakai pakaian, mereka kami ambil kemudian Dinkes bertugas memeriksa kesehatan mereka. Tugas kami mengembalikan mereka kepada keluarga dan masyarakat agar mereka bisa bersosialisasi dan bekerja," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
DPAD DIY mengedukasi masyarakat pentingnya arsip sebagai aset berharga dan bukti hukum melalui kampanye sadar arsip sejak dini.
Jadwal KRL Solo–Jogja 25 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Tugu. Tarif Rp8.000, keberangkatan padat dari pagi hingga malam.
Timnas Iran memindahkan markas ke Meksiko jelang Piala Dunia 2026 demi mengatasi masalah visa dan keamanan.
Kepuasan pelanggan KAI Daop 6 Jogja terus meningkat hingga 4,55 pada 2025. Layanan makin nyaman, aman, dan ramah lingkungan.
BNPB mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem usai BMKG memprediksi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia.