Sinopsis Film Gak Ada Matinya, Ketika Kematian Ayah Justru Dianggap Jalan Keluar
Sinopsis film Gak Ada Matinya, kisah Binsar yang berharap uang asuransi ayahnya menyelamatkan hidupnya, tetapi semuanya berubah.
Raphael Maitimo/Instagram PSIM
Harianjogja.com, JOGJA—Manajemen PSIM Jogja segera memboyong semua pemain yang melakoni pemusatan latihan di Bukit Hambalang, Sentul, Bogor, ke Jogja. Rencananya, mereka tiba di Jogja pertengahan Mei mendatang, setelah mendapatkan lapangan permanen untuk latihan.
“Mungkin dua hingga tiga pekan lagi latihannya akan kami pindah lagi ke Jogja, kami juga ingin secepatnya kembali,” kata Karteker CEO PT PSIM Jaya Bambang Susanto di hadapan awak media dan suporter di Wisma PSIM Jogja, Selasa (23/4/2019).
Bambang mengungkapkan pembentukan kerangka tim dengan 25 pemain terus dikebut. Hingga, Selasa (23/4) siang, Leskar Mataram telah mendapatkan 22 pemain. Setelah semua pemain komplet, tim akan diperkenalkan ke publik.
“Harapannya bulan depan sudah bisa. Saat ini gambaran launching sudah ada. Nanti tidak hanya akan ada launching tim, tetapi juga launching jersey kompetisi dan launching jersey pramusim,” ujar dia.
Menurut Bambang, pemusatan latihan di Bukit Hambalang, Sentul, Bogor sesuai dengan permintaan Pelatih PSIM Jogja Vladimir Vujovic terhadap lapangan yang memadai.
“Pertimbangan utama Vlado ingin agar jangan sampai pemain cedera sebelum petandingan, untuk itu kami cari lapangan permanen dan memadai. Di Jogja ada beberapa yang saat ini tengah dijajaki, salah satunya adalah Lapangan Dwi Windu, Bantul,” kata Bambang.
Pengusaha kelahiran Semarang ini kembali menegaskan komitmen yang sudah disepakati sejak awal menjalin kerja sama dengan PSIM Jogja.
“PSIM tidak akan pernah bertukar nama dan berpindah homebase keluar DIY. Kostum kami, tetap akan berwarna biru dan putih. Jersey home berkelir biru sedikit putih ada motif batik parangnya, sedangkan kostum away berwarba putih dengan ada birunya. Di samping itu logo klasik PSIM tak akan berubah, dan pengembangan sepak bola usia dini kami siapkan untuk kaderisasi di PSIM.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sinopsis film Gak Ada Matinya, kisah Binsar yang berharap uang asuransi ayahnya menyelamatkan hidupnya, tetapi semuanya berubah.
KPK menemukan sejumlah ATM dan rekening yang diduga digunakan untuk menampung setoran di lingkungan Kanwil BPN Jawa Timur.
Penyintas KDRT di Salatiga memilih bercerai demi anak setelah bertahun-tahun mengalami kekerasan dan kini bekerja di luar negeri.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Cidro Asmoro tayang 8 Oktober di bioskop. Film ini membawa konsep Jawanisasi Modern dengan musik, drama dan komedi.
Menhub Dudy Purwagandhi menyebut aturan impor KRL merupakan kewenangan Kemendag dan KAI belum mengajukan usulan resmi.