Sekolah Rakyat Digenjot, Target 100.000 Siswa Kurang Mampu
Pemerintah targetkan 100.000 siswa kurang mampu masuk Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis tanpa pungutan.
Ilustrasi penderita gangguan jiwa. /Antara
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulonprogo mendorong adanya peran sosial yang baik dalam menangani permasalahan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) mengingat angka penderita gangguan jiwa masih terbilang tinggi.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kulonprogo Baning Rahayujati mengatakan di Kulonprogo angka ODGJ tergolong tinggi karena ada sekitar 1.500 orang pada tahun lalu. Untuk ODGJ yang berkategori berat ada sekitar 10% orang.
Dalam mengatasi permasalahan ODGJ di Kulonprogo, tidak semuanya ditangani dengan obat atau penanganan medis lainnya. “Masalah gangguan jiwa ini bukan hanya masalah kesehatan tapi juga sosial,” ujarnya, Selasa (23/4/2019).
Baning menjelaskan masih kurangnya pemahaman penanganan ODGJ melalui interaksi sosial membuat pengentasan masalah ODGJ di Kulonprogo susah dilakukan. Bahkan, masih ditemukan keluarga yang hanya menyelesaikan permasalahan ODGJ dengan memasungnya saja.
“Dinkes usahakan pemasungan terhadap ODGJ ini sudah tidak ada lagi. Mungkin ada kasus [pemasungan] ditemukan tetapi itu hanya mengurungnya saja di rumah. Kalau untuk diikat kaki atau tangannya itu rasanya tidak ada lagi,” ucapnya.
Penanganan kasus ODGJ di Kulonprogo secara penyakit bisa dilakukan di rumah sakit. Saat ini, di Rumah Sakit Umum Daerah Wates sudah ada dokter spesialis jiwa. “Terpenting masa setelah pengobatan karena ODGJ mesti bisa diterima di lingkungan sosialnya,” tutur Baning.
Pelaksana Harian Kepala Dinkes Kulonprogo Ananta Kogam Dwi Korawan mengatakan dalam menangani permasalahan ODGJ di Kulonprogo, pihaknya mereaktivasi Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM).
Adanya TPKJM tersebut sebagai upaya memberikan pemahaman pada masyarakat dalam menangani permasalahan ODGJ di lingkungannya. Pendekatan keluarga pada ODGJ dirasa lebih efektif. Jangan sampai keluarga malah membuat ODGJ terkurung dan tidak bisa mendapatkan akses sosial yang baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Solo menggelar Solo Travel Dialogue di Gunungkidul untuk memperkuat kolaborasi dan promosi wisata guna meningkatkan kunjungan wisatawan.
PISA 2025 menempatkan Singapura dengan skor membaca tertinggi 535. Indonesia naik 6 poin menjadi 365. Berikut daftar lengkapnya.
Arif Aiman disorot akun Malaysia setelah Indonesia ditahan 0-0. Winger JDT itu disebut lebih hebat dari pemain Timnas Indonesia.
Harga emas Pegadaian 29 September 2026 untuk Antam, Galeri24, dan UBS lengkap dengan harga jual serta buyback berbagai ukuran.
FIFA membahas kemungkinan dana tambahan untuk 211 asosiasi anggota. UEFA dan Concacaf mengusulkan minimal US$10 juta per anggota.