Dompet Dhuafa Gulirkan Bestian Sama Yatim
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Ilustrasi nyamuk DBD/JIBI
Harianjogja.com, BANTUL- Dinas Kesehatan Bantul mewaspadai adanya kecendrungan jumlah kasus demam berdarah dangue (DBD) meningkat dalam kurun lima tahun. Masyarakat diimbau untuk menggalakkan pemberantasan sarang nyamuk, dan selalu memantau jentik.
Jumlah kasus demam berdarah sejak Januari-April 2019 sebanyak 491 kasus, dengan rincian Januari 91 kasus, Februari 104 kasus, Maret 137 kasus, dan April 159 kasus. Adapun sebaran kasus DBT merata di hampir semua kecamatan, namun wilayah endemis masih didominasi Kecamatan Sewon, Kasihan dan Banguntapan.
Dari 491 kasus demam berdarah tahun ini, satu penderita di antaranya meninggal dunia di Kecamatan Bantul. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bantul, Fauzan mengatakan jumlah kasus demam berdarah tahun ini sebenarnya tidak sebanyak tahun lalu. Tahun ini DBD banyak karena berkaitan dengan musim penghujan.
Pihaknya justeru mewaspadai peningkatan kasus DBD pada tahun depan. “Tahun ini meningkat terkait dengan musim penghujan. Namun diperkirakan akan melonjak kasusnya di tahun depan karena mengikuti siklus lima tahunan,” kata Fauzan, saat dihubungi Sabtu (18/5/2019).
Fauzan tidak merinci penyebab siklus lima tahunan DBD. Namun berdasarkan data, peningkatan DBD di Bantul melonjak tinggi pada tahun tertentu dan selalu terulang peningkatannya di lima tahun berikutnya. Pada 2016 lalu data DBD mencapai 2.442 kasus. Sementara 2017 mencapai 538 kasus, dan 2018 sampai Oktober mencapai 115 kasus.
Untuk mencegah semakin meluasnya penyebaran penyakit yang disebabkan nyamuk aedes aegypti tersebut, pihaknya sudah mengambil langkah-langkah, di antaranya memberikan surat edaran kepada seluruh puskesmas dan rumah sakit tentang kewaspadaan DBD. “Termasuk penyiapan sarana dan prasarana pemeriksaan dan perawatan bagi penderita di puskesmas, deteksi dini, dan sosialisasi terus kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan pemantauan jentik dan pemberantasan sarang ngamuk,” ujar Fauzan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Jadwal KRL Jogja-Solo 2 September 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur, termasuk waktu keberangkatan di beberapa stasiun.
Jadwal KSPN Jogja 2 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini, dengan tarif mulai Rp12.000.
Jadwal KRL Palur-Jogja Rabu 2 September 2026 tersedia dalam 12 perjalanan, dengan keberangkatan dari Palur mulai 05.00 hingga 20.42 WIB.
259 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikmah Sidoarjo dirawat setelah diduga keracunan usai menyantap makanan MBG.
BGN menetapkan dua sesi jam kerja wajib kepala SPPG MBG, yakni pukul 17.00-19.00 WIB dan 02.00-08.00 WIB.