Pilur 2027 Gunungkidul Digelar di 55 Kalurahan, Anggaran Disiapkan
Pilur 2027 Gunungkidul akan digelar serentak di 55 kalurahan. Pemkab mulai mengkaji kebutuhan anggaran untuk pelaksanaan pemilihan.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Bambang Wisnu Broto/Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Lima sapi di Dusun Grogol 4, Desa Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul terserang antraks.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan munculnya kasus antraks bermula dari tiga sapi yang mati secara mendadak pada akhir April lalu. Dia mengatakan daging sapi “Kami baru tahu pada 8 Mei lalu dan langsung ditindaklanjuti dengan mengambil sampel tanah di lokasi penyembelihan. Hasilnya, dari uji laboratoium di Balai Veteriner DIY dinyatakan tanah di sekitar lokasi positif antraks,” kata Bambang kepada wartawan, Rabu (22/5).
Menurut dia, lima sapi teridentifikasi terkena antraks. Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul sudah bergerak cepat. Selain melaporkan kejadian ini ke bupati, kata Bambang, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah DIY hingga Kementerian Pertanian. “Kami sudah lakukan berbagai pencegahan mulai dari memberikan suntikan vaksin ke 90 ekor sapi dan 240 ekor kambing. Selain itu, kami juga sudah menyirami tanah di sekitar lokasi dengan antibiotik,” ungkapnya.
Pemkab Gunungkidul juga memberlakukan karantina agar hewan di wilayah Kecamatan Karangmojo tidak keluar daerah sehingga penyebaran bisa dicegah. “Untuk sementara kami tutup dan akan kami lakukan pemantauan dan pengawasan selama 1,5 bulan ke depan,” katanya.
Bambang tidak bisa memastikan sumber bakteri antraks. “Bisa banyak faktor apalagi lalu lintas ternak juga dengan bebas keluar masuk sehingga potensi antraks dari luar daerah sangat mungkin, apalagi wilayah di sekitar Gunungkidul masuk sebagai endemi antraks,” tuturnya.
Menurut dia, kasus temuan antraks di Bejiharjo merupakan kasus pertama yng terjadi di wilayah Gunungkidul. “Untuk Gunungkidul baru sekali, tapi untuk DIY kasus terakhir terjadi di Kulonprogo pada 2017 lalu,” katanya.
Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Veteriner, Dinas Pertanian Pangan Gunungkidul, Retno Widyastuti menambahkan jawatannya sudah membentuk enam kelompok pengawasan. Pengetahuan mengenai antraks juga akan disosialisasikan di Desa Bejiharjo, Sabtu (25/5/2019). “Sudah kami agendakan. Harapannya masyarakat bisa tahu dan tidak panik dengan temuan kasus ini,” katanya.
Retno tanah di sekitar kandang hewan yang mati akan dicor dengan semen untuk mencegah penyebaran bakteri antraks.
“Bakteri antraks bisa bertahan selama 80 tahun. Jadi, dengan pengecoran harapannya tidak menyebar ke daerah lain,” kata dia.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan ada tiga orang warga yang diperiksa. Dari ketiganya hanya seorang yang diambil sampelnya untuk diuji di laboratorium. “Biar pasti harus diuji laboratorium. Untuk pengambilan sampel telah dilakukan dan sudah kami kirim ke laboratorium dan tinggal menunggu hasilnya,” kata Dewi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur 2027 Gunungkidul akan digelar serentak di 55 kalurahan. Pemkab mulai mengkaji kebutuhan anggaran untuk pelaksanaan pemilihan.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.
Awal musim hujan di Bantul diprediksi mundur lebih dari 30 hari. DPRD Bantul menyiapkan posko dan antisipasi kekeringan.
Suzuki e SKY resmi diperkenalkan di Jepang dan dijual mulai 16 November 2026. Mobil listrik mungil ini punya jarak tempuh 310 km dan desainnya tercatat di DJKI.
DPRD DIY meminta BUMD tak hanya mengejar pertumbuhan aset, tetapi juga memperbesar keuntungan dan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Para chef mengeksplorasi kuliner Jawa Tengah dan Jawa Timur, dari sate srepeh hingga tahu telur, untuk menghidupkan kembali makanan lokal.