Kasus DBD Terbanyak di Gunungkidul Ada di Ponjong, Capai 64 Kasus
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
ilustrasi./dok
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 masih berlangsung setahun lagi. Meski demikian partai politik (parpol) mulai menjalin komunikasi untuk maju dalam pertarungan. Tujuannya agar partai dapat mengusung calon yang bisa memenangkan kontestasi pemilihan di tingkat daerah ini.
Sekretaris DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Gunungkidul, Anwarudin, mengatakan jajarannya menyiapkan diri untuk menyambut gelaran Pilkada 2020. Namun ia mengklaim persiapan masih dalam tahapan penjajakan. “Masih sangat awal karena belum mengarah ke calon tapi masih sebatas komunikasi,” katanya kepada wartawan, Kamis (13/6/2019).
Menurut dia, PAN membentuk tim untuk menjalin komunikasi baik dengan tokoh masyarakat yang berpotensi dijadikan calon maupun partai politik untuk diajak berkoalisi. Anwarudin menjelaskan, dengan raihan enam kursi di Pemilu 2019, partainya tidak bisa mengusung calon sendiri sehingga harus berkoalisi dengan partai lain. “Target kami tetap bisa memenangkan pilkada. Tapi untuk calon masih butuh proses panjang karena hingga sekarang masih tahap penjajakan,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Ketua DPD Partai Nasdem Gunungkidul, Suparjo. Menurut dia jajarannya siap menjalin komunikasi dengan partai lain meski dari sisi perolehan suara mencukupi untuk mengusung calon sendiri. “Jangan mentang-mentang bisa mengusung calon sendiri terus ingin maju sendiri, itu namannya egois. Kami sangat terbuka untuk berkoalisi dengan partai lain,” katanya.
Menurut dia, meski belum menentukan calon siapa yang akan diusung namun Nasdem akan memilih calon yang dikehendaki masyarakat. “Ada mekanisme yang harus dilalui sehingga tidak asal comot. Untuk calon yang dipilih akan melalui kajian ilmiah sehingga orang yang diusung benar-benar dikehendaki masyarakat,” katanya.
Ketua DPC PDI Perjuangan Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengatakan terlalu prematur untuk menyebutkan calon karena keputusan sepenuhnya berada di Pusat. Namun demikian, sebagai pengurus di daerah memiliki kewajiban untuk penjaringan terhadap bakal calon yang akan diusung. “Kami akan lakukan penjaringan meski keputusan berada di tangan DPP PDIP,” katanya.
Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani, mengatakan Pilkada 2020 dilakukan serentak pada September 2020. Saat ini KPU mulai menyusun kegiatan pendanaan untuk pelaksanaan. “Untuk penyelenggaraan kami sudah mengajukan dana ke Pemkab sebesar Rp29 miliar. Namun ini masih sebatas usulan dan harus melalui pembahasan di internal Pemkab,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Menlu Sugiono membuka dan menutup pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dengan salam lintas agama.