KPK Usut Dana Kebencanaan BNPB, Sita Uang Rp3,3 Miliar
KPK menetapkan lima tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan dana kebencanaan BNPB. Penyidik menyita uang Rp3,3 miliar dan aset lainnya.
GAMPING: Kantor Kementerian Negara Lingkungan Hidup Pusat Pengendalian Ekoregional (LHPPE) Jawa di Jl. Ringroad Barat No 100, Desa Nogotirto, Kecamatan Gamping Sleman, Kamis (7/3/2013) dibobol kawanan pencuri. Akibatnya, dua brankas yang berisi uang koperasi karyawan sebesar Rp28 Juta raib digondol pelaku.
Kapolsek Gamping, Kompol Widiyanto mengatakan kawanan pencuri diduga masuk ke dalam kantor dengan cara memanjat pagar. Pelaku yang diduga lebih dari satu orang ini kemudian mencungkil jendela dan masuk ke dalam ruang bendahara yang berada di lantai dua.
“Setelah masuk di ruang tersebut mereka dengan leluasa bisa membobol brankas dan membawa kabur uang hasil jarahannya. Hingga kini kami masih menyelidiki kasus ini,” katanya.
Ia mengugkapkan petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan sejumlah saksi di sekitar lokasi.
“Kami berkoordinasi dengan Polres Sleman untuk menyelidiki dan mengembangkan kasus ini. Kami berharap kehati-hatian warga sekitar,” harap Widiyanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menetapkan lima tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan dana kebencanaan BNPB. Penyidik menyita uang Rp3,3 miliar dan aset lainnya.
DeepSeek mengalami gangguan selama lima jam. Pelanggan berbayar mendapat kredit pengembalian dana, sementara kebutuhan komputasi jadi sorotan.
Kopi jumbo 1,5 liter viral di Korea Selatan. Selain tampil unik di media sosial, minuman ini dinilai lebih hemat di tengah inflasi.
Jogja Bay menghadirkan Bay Culture Show bertema Ramayana di Kolam Ombak. Simak jadwal pertunjukan Oktober 2026 dan harga tiket mulai Rp90.000.
OJK DIY mencatat lebih dari 12.000 laporan penipuan digital hingga September 2026 dengan potensi kerugian melampaui Rp100 miliar.
Guru Besar UKI Angel Damayanti mengingatkan potensi penyalahgunaan gim online untuk propaganda ekstremisme dan mendorong penguatan literasi digital.