27 Dapur MBG di Boyolali Ditutup, Dana BGN dan IPAL Jadi Kendala
Sebanyak 27 SPPG atau dapur MBG di Boyolali berhenti beroperasi akibat dana BGN belum cair dan kendala IPAL. Audit nasional juga segera dilakukan.
JOGJA-Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta kepada kepolisian untuk menindak tegas pelaku-pelaku kekerasan yang belakangan marak terjadi.
“Itu kan kriminal. Saya mohon aparat harus ditindak tegas,” kata Sultan di Kompleks Kepatihan, Senin (15/4).
Terkait adanya pro kontra premanisme yang diwujudkan dalam spanduk-spanduk, Sultan tidak bisa berkomentar panjang. Pasalnya itu merupakan aspirasi masyarakat. “Itu aspirasi masyarakat,” ujarnya.
Aksi tindakan kriminalitas terakhir berlangsung pada Minggu(14/4) dini hari di Jalan Hos Cokroaminoto
atau di sekitar kantor BPK Perwakilan DIY. Korbannya adalah Mario Mayu, 23, mahasiswa Sekolah Tinggi Teknik Adisutjipto. Mario mengalami luka bacok di lengan.
Mario dibacok sepulangnya dari latihan bela diri bersama dua rekannya Jeremiah dan Santiago.
Kapolsek Tegalrejo Kompol Syamsul Bachri mengaku telah mengantongi pelaku. “Kami masih mengintai keduanya,” katanya.
Ia mengatakan telah memeriksa kembali Mario. Meski mengaku mengenal, Mario mengaku tak tahu motif pembacokan itu. “Kami belum dapati apa motif pembacokan apa,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 27 SPPG atau dapur MBG di Boyolali berhenti beroperasi akibat dana BGN belum cair dan kendala IPAL. Audit nasional juga segera dilakukan.
Prabowo soroti peran TNI dan Polri di sektor pangan. Produksi beras dan jagung Indonesia disebut tertinggi sepanjang sejarah.
Harga beras terus naik meski stok melimpah. Pengamat ungkap penyebab utama dari mahalnya gabah hingga distribusi belum optimal.
Satlantas Gunungkidul akan menindak tegas motor tanpa spion, pelat nomor, dan knalpot blombongan demi keselamatan lalu lintas.
PT Pegadaian (Persero) Area Samarinda menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan ikut ambil bagian dalam Program 2.000 Pohon untuk Kaltim.
DPR minta Polri usut dugaan uang Rp20 juta ke mahasiswa UBK saat aksi demo secara transparan demi menjaga kepercayaan publik.