Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
SLEMAN-Pasca penyerbuan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Cebongan masih diperketat. Bahkan bantuan pengamanan sebanyak 30 anggota Brimob setiap malam hari masih diberlakukan.
Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham DIY, Rusdiyanto mengatakan sejauh ini pengamanan selepas penyerangan belum diturunkan. Alasannya, pengamanan utama seperti kamera CCTV juga belum bisa digunakan.
"Kami sudah mengajukan permohonan penggantian kamera CCTV dan servernya ke pusat senilai Rp36 juta namun belum terealisasi. Memang masih proses. Untuk itu pengamanan masih diperketat," jelas Rusbiyanto di LP Kelas IIB Cebongan seusai acara Hari Bhakti Pemasyarakatan, Selasa (16/4).
Rusdiyanto menambahkan pengamanan ini masih ditujukan pada 31 saksi dalam penembakan beberapa waktu lalu. Ini wujud perlindungan yang diberikan negara dengan memperketat penjagaan pada malam hari di LP Cebongan.
"Yang jelas sudah evaluasi kinerja selama ini. Dan jika dulu kami hanya memperhatikan pengamana dari luar, kini kami juga memikirkan pengamanan dari luar. Kemungkinan, nanti ke depan CCTV bisa online dengan polsek setempat (Polsek Mlati)," jelas Rusdiyanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Jadwal Bus KSPN Malioboro–Parangtritis Kamis (20/5/2026) menjadi solusi wisata hemat dengan tarif Rp12.000, memudahkan perjalanan dari pusat kota ke pantai.
Harga emas Pegadaian hari ini Kamis 21 Mei 2026 turun. Emas Antam jadi Rp2,862 juta, UBS Rp2,797 juta, dan Galeri24 Rp2,756 juta.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Imigrasi Sulsel menemukan WNA asal Filipina dan Malaysia memakai KTP Indonesia untuk mengurus paspor RI di sejumlah daerah.
Prabowo Subianto menegaskan pemerintah siap memakai radar dan satelit untuk melacak aset ilegal serta memburu koruptor hingga bungker bawah tanah.