PEMBUNUHAN DI INDEKOS : Miliki Hubungan Sejenis, Motif Pembunuhan karena Kecewa

03 Juni 2013 11:40 WIB Sunartono Sleman Share :

[caption id="attachment_412360" align="alignleft" width="314"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/03/pembunuhan-di-indekos-miliki-hubungan-sejenis-motif-pembunuhan-karena-kecewa-412359/mayat-ilustrasi-antara" rel="attachment wp-att-412360">http://images.harianjogja.com/2013/06/MAYAT-ILUSTRASI-ANTARA.jpg" alt="" width="314" height="235" /> Foto Ilustrasi
JIBI/Harian Jogja/Antara[/caption]

SLEMAN–Imanuel Sugiyanto, 45 dicekik lehernya hingga tewas oleh Khoirul Amin, 20 di kamar indekosnya Karangmalang E 22, Caturtunggal Depok Sleman. Keduanya adalah pasangan sesama jenis.

Terungkapnya kasus pembunuhan ini berawal ketika ditemukannya mayat Imanuel di kamar indekos berukuran 2 x 2 pada Kamis (23/5) lalu.

Pelaku kini mendekam di tahanan Mapolsek Bulaksumur dan sudah ditetapkan sebagai tersangka untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Tersangka yang juga warga Japon, Blora Jawa Tengah itu masih terus menjalani pemeriksaan secara intensif di Mapolsek Bulaksumur.

Ditemui di Mapolsek Bulaksumur, Khoirul Amin mengatakan ia terpaksa membunuh dengan cara mencekik leher korban karena merasa kecewa.

Menurutnya kekecewaan itu berawal ketika korban berjanji akan memperkenalkan dengannya seorang perempuan yang bisa dijadikan istri. Korban mengaku memiliki adik yang siap dijadikan sebagai istri.

Khoirul Amin mengaku bahkan ia sempat memberikan uang Rp2 juta kepada korban untuk membeli cincin tunangan. Akan tetapi setelah ia selidiki melalui nomor ponsel yang diberikan langsung oleh korban tetapi wanita itu fiktif.

Perempuan yang dimaksud tak lain adalah korban sendiri yang sebenarnya berjenis kelamin pria. Merasa dibohongi ia marah kemudian mencekiknya hingga tewas setelah sebelumnya ditendak di bagian tulang rusuknya sebanyak dua kali.

“Saat saya telepon dari nomor yang diberikan ternyata itu HP dia, ternyata saya ditipu, saya merasa jengkel kemudian muncul niat ingin menghabisi,” ujarnya saat ditemui Harianjogja.com, Sabtu (1/6) di Mapolsek Bulaksumur.

Khoirul Amin sebenarnya tidak tinggal di Jogja. Melainkan baru datang ke tempat indekos korban tiga hari sebelum ditemukan mayat.

Hubungan antar keduanya hanya sebatas teman dan baru berjalan sekitar dua bulan. Akan tetapi, dalam pengakuan tersangka ia sempat melakukan hubungan intim dengan korban yang juga sesama jenis. Bahkan sebelum dihabisinya nyawanya korban sempat disodomi terlebih dahulu.

“Sudah ketagihan, biasanya [korban] mintanya [berhubungan] dengan memaksa,” terangnya lagi.