Minat Warga Bantul Bekerja ke Luar Negeri Turun

24 Juni 2013 17:48 WIB Bantul Share :

http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/24/minat-warga-bantul-bekerja-ke-luar-negeri-turun-419220/bantul-9" rel="attachment wp-att-419221">http://images.harianjogja.com/2013/06/Bantul5.jpeg" alt="" width="270" height="186" />

BANTUL–Minat warga Bantul untuk mengadu nasib ke luar negeri dalam setahun terakhir turun.
Data di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul mencatat pada semester pertama 2013, sebanyak 96 warga berangkat ke Malaysia. Padahal rata-rata setiap semester ada 160 warga yang mengadu nasib ke luar negeri.
“Angka itu cukup turun drastis dibanding tahun sebelumnya,” kata Kepala Seksi Pendataan dan Perluasan kerja Disnakertran Bantul Istirul Widi Lestari kepada Harian Jogja, Senin (24/6/2013).
Menurut Isti penurunan minat itu dipengaruhi naiknya Upah Minimal Provinsi (UMP) DIY. Sementara gaji sejumlah perusahaan di Malaysia rata-rata hanya 700 ringgit atau setara Rp2 juta.
“Malah ada Perusahaan di Malaysia hanya mampu menggaji 600 ringgit atau setara Rp1,5 juta. Jadi warga cenderung memilih pekerjaan di dalam negeri,” tambahnya.
Isti mengungkapkan, melihat trend kenaikan UMP dan UMK di sejumlah daerah, warga Bantul kini lebih memilih tujuan kota industri Batam. Bahkan, imbuh Isti, di Batam banyak perusahaan yang kini justru membayar karyawan diatas Rp1,5 juta per bulan. Ia mencatat ada lima perusahaan nasional yang berlokasi di Bantul kini sudah memberikan upah UMP DIY dan terus membuka kesempatan kerja.
“Seperti pabrik besar berlokasi di Piyungan dan pabrik rokok selalu buka lowongan karyawan baru. Ini yang juga pengaruh minat warga hijrah ke luar negeri,” ungkapnya.