PPDB SD : Ambil Keputusan Setelah Makan Siang

27 Juni 2013 11:46 WIB Mediani Dyah Natalia Jogja Share :

[caption id="attachment_420301" align="alignleft" width="370"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/27/ppdb-sd-ambil-keputusan-setelah-makan-siang-420297/siswa-sd-ilustrasi-antara-5" rel="attachment wp-att-420301">http://images.harianjogja.com/2013/06/Siswa-SD-ilustrasi-ANTARA3-370x246.jpg" alt="" width="370" height="246" /> Foto Ilustrasi Siswa SD
JIBI/Harian Jogja/Antara[/caption]

JOGJA—Para orangtua yang tengah mendaftarkan anaknya masuk sekolah dasar negeri di Jogja diminta untuk jeli memperhatikan pergerakan usia pendaftar. Kemungkinan besar, keputusan akan banyak diambil dua jam sebelum pendaftaran ditutup.

Pada pendaftaran hari pertama, Rabu (26/6/2013) pergerakan belum bisa diprediksi. Orangtua kebanyakan memilih untuk menahan formulir pendaftaran yang telah diambil. Kondisi saling tunggu ini kemungkinan masih akan terjadi hari ini (27/6/2013) dari pagi hingga siang.

Ketua panitia PPDB SDN Ungaran 1, Mulyono menjelaskan hingga pukul 12.55 WIB kemarin setidaknya 180 lembar formulir di sekolah setempat diambil orangtua atau walimurid. Dari jumlah itu yang memasukan data berkisar 102 orang.

"Melihat hari pertama pendaftaran, apa yang terjadi besok (27/6/2013) susah diprediksi. Kemungkinan yang lain akan mendaftar pada detik-detik terakhir sambil memantau usia pendaftar yang lain," ungkapnya kepada Harian Jogja saat ditemui di sela PPDB 2013, di sekolah setempat, Rabu (27/6/2013).

Usai waktu istirahat siang hari ini, Mulyono memprediksi jumlah pendaftar yang memasukan data akan mencapai puncak. Sebab pendaftaran ditutup pada Kamis (27/6/2013) pukul 14.00 WIB. Saat itulah orangtua harus mengambil keputusan yang tepat apakah akan mempertahankan anaknya atau segera mengambil ke sekolah lain yang masih ada peluang umur masuk.

"Hari kedua setelah ishoma [istirahat sholat makan], saya rasa 'bom-boman' usia akan dimulai," prediksi Mulyono.

Tahun lalu, SDN Ungaran sendiri menerima total 140 siswa, sedang siswa reguler berjumlah 112 siswa dan sisanya merupakan kuota kelas cerdas istimewa (CI). Adapun kuota dan seleksi kelas CI merupakan kewenangan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Jogja. Sementara pada PPDB 2012-2013, usia terendah di SD tersebut mencapai 6 tahun 11 bulan 22 hari.

Kepala SDN Jetisharjo, Siti Nurhayati menyampaikan dari 59 formulir yang diambil orangtua hingga pukul 13.55 WIB, baru 52 siswa yang memasukan data. Usia pendaftar rata-rata 7 tahun 20 hari, usia tertua 7 tahun 9 bulan 3 hari dan usia termuda 6 tahun 8 bulan 6 hari.

"Biasanya saat siang jadi waktu menegangkan. Orangtua akan terus memantau dan mengira-ngira anaknya bisa sekolah dimana. Kalau dirasa tereliminasi disana, akan cari sekolah kesini. Karena itu hari ini (26/6/2013) banyak orangtua yang sekadar nengok, belum memasukan formulir," papar dia.

Berdasarkan pantauan Harian Jogja, rata-rata sekolah menyediakan tempat tersendiri untuk menayangkan pantauan data pendaftar terakhir. Sejumlah orangtua juga tampak sabar menunggu dan mengamati pergeseran usia untuk mengetahui peluang si anak dapat diterima di sekolah yang diminati.

Pendaftar yang tidak yakin diperkenankan mencabut berkas RTO, tetapi tidak dapat mendaftar kembali pada sistem yang sama. Namun, siswa tetap diperkenankan mendaftar di jalur reguler.

Pendaftaran PPDB RTO terbuka pada 26-27 Juni 2013. Setiap pergerakan terbaru dapat dipantau secara online. Pengumuman dilakukan, Jumat (28/6) pukul 10.00 WIB melalui website Disdik Kota Jogja, pesan singkat (SMS) maupun pengumuman yang ditempel di sekolah-sekolah.

Ketua Panitia PPDB Kota Jogja, Samiyo mengatakan jika tidak lolos masuk ke SD Negeri yang menggunakan sistem RTO ini, menurut Samiyo, calon siswa tersebut maupun orang tua tidak perlu kecewa, karena masih ada 80 SD negeri lainnya yang akan membuka PPDB pada 1-3 Juli.

Selain itu, ada pula 82 SD swasta. Sistem PPDB di SD Negeri non TO dan SD swasta ini dilaksanakan secara reguler di sekolah masing-masing.“Sekolah di luar kuota RTO ini juga berkualitas baik,” tegasnya.