Kampung Celana Dalam Klaten Bertahan di Tengah Krisis
Sentra konveksi pakaian dalam di Tempursari Klaten bertahan di tengah kenaikan bahan baku dan turunnya permintaan, untung tergerus 50 persen.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mendesak pemerintah menyerahkan kebijakan beras untuk rakyat miskin (raskin) sepenuhnya kepada kabupaten, sebagai upaya untuk memberikan kualitas beras yang lebih baik kepada penerima.
“Selama ini kualitas raskin tidak menentu, kadang baik tapi kualitas buruk justru kerap masyarakat terima. Itu terjadi karena beras-beras merupakan campuran dari berbagai daerah. Jika kebijakan raskin diserahkan ke kabupaten, kami akan memberikan kualitas beras lebih bagus,” ujar Hasto, Jumat (13/9/2013).
Dia meyakini Kulonprogo mampu dalam mencukupi jatah raskin kepada masyarakat apalagi setelah Pemkab bersama gabungan kelompok tani menemukan terobosan baru, yakni varietas padi menor.
Selain menor, ada satu jenis varietas padi lagi, yakni padi jenis serang yang memiliki kualitas di bawah menor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sentra konveksi pakaian dalam di Tempursari Klaten bertahan di tengah kenaikan bahan baku dan turunnya permintaan, untung tergerus 50 persen.
PMII DIY mendorong mahasiswa memperkuat analisis kebijakan publik agar gerakan kampus lebih strategis dan berdampak bagi masyarakat.
PPDB Jogja 2026 disorot DPRD Kota Yogyakarta. Disdikpora diminta menutup celah titip KK dan memperkuat verifikasi data kependudukan.
Ekonomi Batang tumbuh 7,74% pada 2025, lampaui nasional. Bupati Faiz raih penghargaan bergengsi.
AS vs Paraguay di Piala Dunia 2026 Grup D, simak jadwal, prediksi skor, dan susunan pemain terbaru.
Rupiah melemah dan IHSG turun, ekonom UKDW sebut kepercayaan investor menurun dan ancam ekonomi nasional.