Emil Audero Bintang, Indonesia Tekuk Oman 3-0
Emil Audero tampil gemilang dengan tepis penalti saat Indonesia menang 3-0 atas Oman di SUGBK. Herdman dan Emil beri komentar usai laga.
Harianjogja.com, JOGJA- Masyarakat diimbau memilih calon presiden (capres) dan calon anggota legislatif (caleg) yang pro pada isu-isu lingkungan.
Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) Satyawan Pudyatmoko mengatakan belum ada anggota legislatif ataupun caleg yang benar-benar pro untuk mencegah pemanasan global.
“Secara eksplisit, saya belum melihat caleg yang pro untuk melindungi lingkungan dari isu pemanasan global itu. Banyak politikus yang tidak peduli kepada isu-isu lingkungan,” kritik Satyawan di sela seminar Perspektif Baru Road Show to Campus bertema Pemanasan Global Isu Strategis di Pemilu 2014, di Fakultas Kehutanan UGM, Selasa (1/10/2013).
Pemanasan global, kata Setyawan, memunculkan perubahan iklim cepat. Kenaikan temperatur dan tekanan angin rendah. Bencana hidrometeorologi banjir, longsor, puting beliung, dan gelombang tinggi marak terjadi.
“Cermati track record para caleg. Apakah termasuk orang-orang yang merusak hutan atau tidak. Banyak caleg yang senang memberi janji-janji,” kata Direktur Eksekutif Walhi Abetnego Tarigan, mengingatkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Emil Audero tampil gemilang dengan tepis penalti saat Indonesia menang 3-0 atas Oman di SUGBK. Herdman dan Emil beri komentar usai laga.
Ramp jalan tol berperan mengatur arus kendaraan masuk dan keluar tol. Simak fungsi on ramp dan off ramp serta penerapannya di Tol Jogja-Bawen.
Harga cabai rawit merah mencapai Rp75.150 per kg. Simak daftar harga pangan terbaru berdasarkan data PIHPS Nasional per 9 Juni 2026.
KPK menetapkan tersangka usai OTT di Muara Enim. Dugaan korupsi terkait pengadaan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 9 Juni 2026 tersedia sejak pagi hingga malam. Simak jadwal lengkap keberangkatan terbaru.
UGM menerjunkan georadar untuk menyelidiki fenomena api misterius di Seyegan. Hasil awal menemukan indikasi retakan hingga kedalaman 20 meter.