Sultan HB X Jogja: Sragen Saudara Tua DIY, Jejak Mataram Harus Dijaga
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
Harianjogja.com, JOGJA- Masyarakat diimbau memilih calon presiden (capres) dan calon anggota legislatif (caleg) yang pro pada isu-isu lingkungan.
Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) Satyawan Pudyatmoko mengatakan belum ada anggota legislatif ataupun caleg yang benar-benar pro untuk mencegah pemanasan global.
“Secara eksplisit, saya belum melihat caleg yang pro untuk melindungi lingkungan dari isu pemanasan global itu. Banyak politikus yang tidak peduli kepada isu-isu lingkungan,” kritik Satyawan di sela seminar Perspektif Baru Road Show to Campus bertema Pemanasan Global Isu Strategis di Pemilu 2014, di Fakultas Kehutanan UGM, Selasa (1/10/2013).
Pemanasan global, kata Setyawan, memunculkan perubahan iklim cepat. Kenaikan temperatur dan tekanan angin rendah. Bencana hidrometeorologi banjir, longsor, puting beliung, dan gelombang tinggi marak terjadi.
“Cermati track record para caleg. Apakah termasuk orang-orang yang merusak hutan atau tidak. Banyak caleg yang senang memberi janji-janji,” kata Direktur Eksekutif Walhi Abetnego Tarigan, mengingatkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
Harga minyak dunia turun dinilai menjadi peluang pemerintah membenahi subsidi BBM, memperkuat stok, dan meningkatkan perlindungan masyarakat rentan.
Mendes Yandri Susanto menegaskan isu Kopdes Merah Putih menutup warung kelontong dan melarang berdagang dalam radius 2 kilometer adalah hoaks.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan penggunaan izin usaha perusahaan pergadaian atas nama Perusahaan Perseroan (Persero)
Pemerintah menyiapkan skema pendanaan bioetanol untuk mendukung penerapan E10 pada 2027 tanpa membebani konsumen dan tetap menguntungkan petani.
BPBD Bantul telah menyalurkan 436.500 liter air bersih kepada 3.287 warga terdampak kekeringan selama musim kemarau hingga 3 Agustus 2026.