Mimisan Berulang Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius, Ini Kata Dokter
Mimisan berulang bisa jadi tanda penyakit serius seperti hipertensi hingga gangguan darah, ini penjelasan dokter.
Harianjogja.com, JOGJA- Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Jogja hingga kini masih memeriksa data rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS) yang disampaikan masing-masing sekolah.
Sekretaris Dinas Pendidikan, Budi Santosa Asrori mengatakan, hampir seluruh sekolah baik jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK menyampaikan RKAS kepada Disdik.
"Hampir semua sekolah sudah menyerahkan RKAS. Kami masih memeriksa semuanya," ujar Budi, Minggu (6/10/2013).
Ia mengatakan, dana operasional pendidikan memang di-back up oleh pemerintah baik melalui dana BOS maupun BOSDA. Namun, untuk sekolah-sekolah tertentu (SMA-SMK) ada yang masih memungut dana dari masyarakat.
"Misalnya untuk uang investasi yang dipungut dari masyarakat, akan kami cermati kebijakannya untuk apa? Alokasi dananya untuk apa? Apakah sesuai dengan aturan. Kalau tidak sesuai [RKAS] akan dikembalikan," tukasnya.
Dana-dana pendidikan yang dikelola sekolah, tegasnya, bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan sekolah. Disdik pun menuntut agar sekolah mengelola secara profesional, transparan dan akuntabel.
"Setiap kegiatan yang diselenggarakan harus memiliki target yang jelas. Kalau masih memungut tapi kualitasnya masih pas-pasan itu akan dievaluasi," ujar Budi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mimisan berulang bisa jadi tanda penyakit serius seperti hipertensi hingga gangguan darah, ini penjelasan dokter.
Peneliti menemukan enam celah keamanan pada AirDrop dan Quick Share yang berpotensi menyerang iPhone, Android, macOS, dan Windows.
Roy Suryo menghadiri sidang perdana Dokter Tifa di PN Jakarta Timur. Perkara Roy masih menunggu proses praperadilan di PN Jakarta Selatan.
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) semakin mempertegas perannya sebagai motor penggerak perekonomian daerah
Program sertifikasi halal gratis telah menjangkau 1.116 desa wisata dengan 31.548 sertifikat demi memperkuat wisata ramah Muslim.
Okupansi hotel di DIY saat libur sekolah mencapai 80%. PHRI mencatat kenaikan tamu, meski biaya operasional hotel meningkat hingga 20%.