SERBUAN KOTABARU : 7 Oktober Jadi Momentum Ingatkan Generasi Muda

JIBI/Desi SuryantoAsisten Pemerintahan Sekda Kota Yogyakarta, Achmad Fadli menyalakan obor pada Prasati Serbuan Kotabaru dalam upacara peringatan 68 Tahun Serbuan Kotabaru 7 Oktober 1945 Tahun 2013 di di Lapangan Asrama Korem 072 / Pamungkas Jalan Atmosukarto, Kotabaru, Yogyakarta, Senin (0710 - 2013). Persitiwa serbuan terhadap markas pasukan Jepang di Kotabaru yang menewaskan 21 pejuang itu merupakan salah satu peristiwa besar bagi Yogyakarta, delapan nama pejuang yang gugur namanya diabadikan menjadi nam
07 Oktober 2013 17:15 WIB Redaksi Solopos Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Peringatan peristiwa bersejarah yang terjadi 68 tahun lalu, Serbuan Kotabaru, menjadi momentum untuk mengingatkan generasi muda tentang semangat rela berjuang masyarakat untuk mempertahankan kemerdekaan.

"Di dalam peristiwa bersejarah ini ada kandungan semangat yang saat ini sudah langka yaitu semangat rela berkorban. Dengan peringatan ini, generasi muda diingatkan agar bisa menyalakan kembali semangat itu untuk perjuangan mengisi kemerdekaan," kata Ketua Panitia Peringatan ke-68 tahun, Serbuan Kotabaru Djamin, Jogja, Senin (7/10/2013).

Menurut dia, peristiwa bersejarah 68 tahun silam tersebut pada awalnya digerakkan oleh kepolisian yang merasa gerah karena masih ada tentara Jepang di Jogja padahal Indonesia sudah menyatakan kemerdekaannya.

"Pada waktu itu Tentara Jepang masih merasa berkuasa. Polisi yang merasa gerah akhirnya memutuskan untuk melakukan serangan," katanya.

Meskipun dilakukan oleh kepolisian, namun masyarakat umum di Kotabaru juga tergerak untuk melakukan serangan ke gudang senjata tentara Jepang dan mengusirnya dari Jogja.

"Semangat rela berjuang inilah yang perlu ditiru oleh generasi muda sekarang ini. Bersatunya masyarakat dan polisi untuk mengusir Jepang juga menjadi pemicu serangan yang sama di beberapa kota lain seperti Semarang dan puncaknya di Surabaya," katanya.

Sementara itu, Asisten Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Jogja, Achmad Fadli yang membacakan sambutan Wakil Walikota Jogja, Imam Priyono dalam upacara peringatan 68 tahun Serangan Kotabaru menyebut di dalam peristiwa tersebut terjalin semangat persatuan dan kesatuan antara seluruh elemen masyarakat di Jogja untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

"Tekad dan semangat seluruh elemen masyarakat itu menjadi rekaman sejarah yang tidak bisa lepas dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia," katanya.

Fadli mengatakan, semangat dan nilai-nilai perjuangan tersebut juga menjadi dasar dalam pembangunan Kota Jogja untuk mewujudkan kota yang bisa mengayomi warganya.

Kegiatan peringatan Serbuan Kotabaru tersebut kemudian ditutup dengan penyalaan obor di Monumen Serbuan Kotabaru yang berada di kompleks bekas gudang senjata tentara Jepang 68 tahun lalu.