ESDM Waspadai Antrean BBM di Jatim, Malang hingga Blitar
ESDM menyoroti antrean BBM di Malang, Jember, dan Blitar. Pemerintah menargetkan persoalan tersebut tuntas dalam 1–2 hari.
Harianjogja.com, JOGJA- Keinginan Raja Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono X agar pernikahan GKR Hayu bisa menyedot wisatawan mulai menunjukkan hasilnya.
Agen perjalanan di Jogja sudah mulai disibukkan dengan pemesanan tiket dan hotel menyambut pernikahan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat pada 21-23 Oktober mendatang.
Ketua Asosiasi Tour dan Travel Indonesia (Asita) DIY Edwin Ismedi Himna mengungkapkan sudah ada kenaikan jumlah wisatawan. Sejumlah anggota asosiasi ini melaporkan adanya peningkatan permintaan.
“Bahkan beberapa media asing banyak yang menggunakan jasa-jasa dari anggota Asita, kebanyakan fotografer. Memang tidak banyak, tetapi sudah ada peningkatan permintaan,” ujar Edwin saat dihubungi Harian Jogja, Kamis (10/10/2013).
Edwin mengungkapkan, rata-rata tamu yang akan hadir dalam perhelatan ini akan mulai berdatangan sehari mendekati hari H.
Momentum ini menjadi peluang bagi pemangku wisata untuk mempromosikan pariwisata Jogja. Selain itu, dapat makin mempertegas Kota Jogja ke dunia luar sebagai salah satu daerah istimewa di Indonesia.
“Apalagi nantinya Jogja akan disoroti oleh media-media asing. Momentum in akan makin mengangkat citra Jogja sebagai daerah kerajaan,” jelas Edwin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
ESDM menyoroti antrean BBM di Malang, Jember, dan Blitar. Pemerintah menargetkan persoalan tersebut tuntas dalam 1–2 hari.
Pemprov Jawa Tengah meminta penutupan sementara jalur pendakian gunung untuk mengantisipasi karhutla di Lawu, Sumbing, dan kawasan Dieng.
SIM Keliling Jogja Jumat 23 Oktober 2026 melayani malam hari di Alun-Alun Kidul. Simak jadwal, lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Cek jadwal KRL Palur-Jogja Jumat 23 Oktober 2026. Tersedia 12 jadwal keberangkatan dari Palur hingga Stasiun Yogyakarta.
Hardjuno Wiwoho menilai batas risiko bisnis dan korupsi perlu diperjelas agar kepastian hukum terjaga tanpa melemahkan pemberantasan korupsi.
Rencana penghentian ekspor gas perlu diimbangi kesiapan pembeli domestik, infrastruktur penyaluran, dan kepastian harga bagi kontraktor migas.