345 Perenang Cilik Bersaing di Magelang, FAI Soroti Pembibitan Atlet
Sebanyak 345 perenang usia 6-11 tahun mengikuti Bapas 69 Cup di Magelang. FAI menilai ajang ini penting untuk pembibitan atlet sejak dini.
Harianjogja.com, PALEMBANG-Pemerintah Kota Jogja melakukan kunjungan kerja ke Kota Palembang untuk belajar tentang tata kota, salah satunya tentang penataan sungai.
Kunjungan kerja Kamis (17/10/2013), itu dipimpin oleh Kepal Badan Lingkungan Hidup, Ifan Susilo, diikuti Kepala Bagian Humas Pemkot Jogja, Tri Hastono serta sejumlah wartawan dari media yang ada di Kota Jogja.
Kunjungan kerja ini diterima oleh Asisten Sekda 2 Kota Palembang, Reni di kompleks kantor Walikota Palembang.
Ifan Susilo mengungkapkan pemilihan Kota Palembang sebagai tujuan kunjungan kerja ini adalah prestasinya yang telah meraih penghargaan tingkat ASEAN yakni Environmental Sustainable Cities Award.
"Kota Jogja telah meraih penghargaan Adipura selama tujuh kali. Kami ingin lebih meningkatkan lagi," kata Ifan Senin (21/10/2013).
Ia mengatakan sedianya penghargaan Adipura adalah dampak, karena tujuan utama penataan kota menurutnya adalah kebersihan dan keindahan.
Salah satu fokus materi dalam kunjungan ini adalah penataan kawasan tepi sungai. Kota Jogja, katanya, memiliki Sungai Code yang besarnya hanya sepersepuluh dari sungai Musi yang da di Kota Palembang.
"Kami ingin belajar bagaimana Pemkot Palembang menata Sungai Musi," tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 345 perenang usia 6-11 tahun mengikuti Bapas 69 Cup di Magelang. FAI menilai ajang ini penting untuk pembibitan atlet sejak dini.
Sebanyak 45 warga binaan berisiko tinggi dari Jawa Timur dipindahkan ke Nusakambangan, termasuk tiga warga binaan kasus narkoba dari Lapas Madiun.
Cahya Supriadi antusias menghadapi mantan klubnya, Persija Jakarta. PSIM Jogja membidik kemenangan di Stadion Sultan Agung pada 10 Oktober 2026.
Pemkab Bantul menjadwalkan pelantikan lurah terpilih hasil Pilur serentak pada 5 November 2026. DPMKal belum menerima sanggahan hasil pemilihan.
Menkeu Suahasil Nazara menjelaskan defisit APBN Rp319 triliun per September 2026 sesuai desain anggaran dan masih dalam koridor proyeksi pemerintah.
Raperda RPPLH Sleman 2026–2056 memuat tujuh isu lingkungan, mulai dari penurunan kuantitas air hingga peningkatan emisi gas rumah kaca.