KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Harianjogja.com, KULONPROGO-Stok buku nikah di Kulonprogo lebih, sekalipun tahun ini tidak mendapat kiriman dari pemerintah pusat. Berdasarkan data yang dihimpun dari Kantor Kementrian Agama Kulonprogo, sampai dengan Oktober 2013 masih terdapat 4.700 pasang buku nikah.
Kepala Kantor Kemenag Kulonprogo, Edhi Gunawan, mengatakan, ia memantau dan mengevaluasi stok buku nikah di tiap KUA per tiga bulan.
"Dirjen juga mengadakan pemantauan secara berkala," ujarnya, Rabu (30/10/2013). Tujuan dari pemantauan, supaya keluar masuk buku nikah tetap terpantau dan tidak disalahgunakan.
Terkait berlebihnya stok buku nikah di Kulonprogo, Edi menilai, angka perkawinan di Kulonprogo yang stabil menjadi salah satu penyebabnya.
Ia menyebutkan, rata-rata dalam satu tahun terjadi 3.000-an perkawinan di Kulonprogo. Dari tahun ke tahun, angka tersebut relatif sama. "Tetapi jika dibandingkan dengan 2005, bisa dikatakan terjadi penurunan sebab saat itu dalam satu tahun tercatat 5.000 perkawinan," urainya.
Ia berasumsi, urbanisasi menjadi salah satu penyebab menurunnya angka perkawinan di Kulonprogo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
PSS Sleman kebobolan tujuh gol dari tiga laga Super League. Pieter Huistra mengakui catatan itu terlalu banyak dan harus diperbaiki.
Menkes Budi Gunadi Sadikin membahas kondisi keuangan BPJS Kesehatan, suntikan Rp20 triliun, hingga kualitas layanan rumah sakit.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.