Gus Palsu Tipu Warga Boyolali Rp105,3 Juta, Uang Dipakai Judi Online
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
Harianjogja.com, KULONPROGO-Pedagang kios di areal Stasiun Wates meminta tempat relokasi di sekitar stasiun. Mereka khawatir akan kehilangan pelanggan dan mengalami penurunan omzet jika ditempatkan di lokasi lainnya.
Muji, 53, salah satu pedagang kios di Stasiun Wates, menuturkan, para pedagang berharap dapat menempati sebagian areal taman yang terdapat di sebelah barat Stasiun Wates.
“Saya berjualan oleh-oleh, kalau oleh-oleh seperti bakpia dan sejenisnya ya lakunya di daerah stasiun, karena penumpang kereta yang turun di Stasiun Wates dapat langsung beli,” ujarnya, Kamis (23/1/2014).
Permintaan tersebut, kata dia, sudah disampaikan kepada Pemkab Kulonprogo tetapi belum mendapat kepastian.
Roro, bukan nama sebenarnya, 49, pedagang kios lainnya, mengungkapkan, kekhawatirannya, jika para pedagang kios direlokasi ke tempat yang jauh dari stasiun. Terlebih, pemkab pernah menawarkan lokasi di Sermo. “Mau jadi apa kami kalau di Sermo, di sana sepi tidak ada yang beli oleh-oleh,” tukasnya.
Ia menilai, relokasi pedagang kios di Stasiun Wates tidak terlalu sulit karena hanya ada lima pedagang yang akan direlokasi. Awalnya, kata dia, jumlah kios di areal Stasiun Wates 11 unit, tetapi dalam perkembangannya hanya tersisa lima pedagang karena yang lainnya pindah dengan berbagai alasan.
Sekalipun enggan menyebutkan nominal pendapatannya dari berjualan di areal stasiun, Roro mengakui jika usaha yang sudah dijalaninya lebih dari 20 tahun tersebut membuatnya dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari dan menyekolahkan anak-anaknya.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kulonprogo, Sri Hermintarti, mengatakan, pemkab Kulonprogo sedang mensurvei lokasi yang dimungkinkan sebagai tempat relokasi pedagang kios di Stasiun Wates. “Kami rapatkan dengan melibatkan semua SKPD sehingga bisa diketahui lokasi-lokasi mana saja yang bisa dijadikan tempat relokasi,” jelasnya.
Terkait permintaan pasar pedagang yang menginginkan tempat relokasi di dekat Stasiun Wates, Hermintarti belum dapat memberikan jawaban karena harus memastikan terlebih dahulu lokasi yang dimaksud menyalahi aturan atau tidak.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Pemkab Kulonprogo mengupayakan tempat relokasi bagi pedagang kios di Stasiun Wates yang tergusur akibat penataan kawasan stasiun. Beberapa alternatif tempat sempat muncul, seperti Gawok, Sentolo, Sermo, dan sebagainya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
Komisi D DPRD Jogja mendesak kejelasan mekanisme dan penganggaran Posyandu usai aturan Kemendagri terkait enam SPM memicu kebingungan daerah.
Sleman City Hall (SCH) menghadirkan rangkaian program dan aktivitas sepanjang Agustus 2026 melalui tema “YouthNited Nation”
Bareskrim Polri mengungkap kasus TPKS oleh pelatih panjat tebing HB terhadap lima atlet putri. Tersangka dijerat UU TPKS dan terancam pidana tambahan
Tiga perahu nelayan Gunungkidul terbalik dalam kurang dari 24 jam. Tujuh nelayan selamat di tengah gelombang yang naik.
Karhutla Indonesia mencapai 202.004 hektare hingga Juli 2026, melampaui 2019 dan 2023. El Nino kini masuk kategori sangat kuat.