Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Harianjogja.com, JOGJA-Dua unit becak listrik yang dikembangkan oleh warga Kota Jogja diluncurkan dan sekaligus dilakukan uji coba.
"Tujuan dibuat becak listrik adalah untuk meringankan beban pengemudi becak, khususnya yang sudah berusia tua," kata Winawan selaku perancang becak listrik tersebut, Minggu (2/2/2014).
Menurut dia, becak listrik tersebut merupakan modifikasi dari becak tradisional dengan menambahkan dinamo sebagai sumber tenaga listriknya. Biaya yang dibutuhkan untuk membuat satu unit becak listrik adalah sekitar Rp10 juta.
Selain memanfaatkan tenaga listrik sehingga becak bisa dipacu dengan kecepatan 30 kilometer per jam, pengemudi juga tetap bisa memanfaatkan pedal becak untuk mengayuhnya ketika tenaga listrik sudah habis.
Becak tersebut juga dilengkapi dengan berbagai alat pengaman, seperti rem cakram di roda belakang, lampu sein, lampu depan dan klakson.
Daya listrik yang dibutuhkan untuk mengisi baterai adalah 450 watt. "Dalam satu kali pengisian baterai, becak tersebut dapat menempuh jarak 60 kilometer," katanya yang menyebut pembuatan becak listrik itu mendapat dukungan dari Hanafi Rais Center. (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.