Bangunan Cagar Budaya di DIY Bakal Dilestarikan dengan Danais

07 Februari 2014 13:22 WIB Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Mulai tahun ini dengan menggunakan Dana Keistimewaan (Danais), bangunan cagar budaya (BCB) milik masyarakat yang terbengkalai bakal dilestarikan.

Pada 2013, Danais hanya menyentuh BCB milik Kraton, seperti pengecatan Pagelaran Kraton. "Semua BCB milik masyarakat, termasuk Kraton dan Pura dari 2014 sampai seterusnya dilestarikan," ujar Kepala Bidang Purbakal dan Museum Aryanti Luhur Tri Setyarini, Kamis (6/2/2014).

Pelestarian menyangkut perbaikan atau pemugaran. Tapi, lanjut Ririn-panggilan akrab dia-tidak semua BCB, hanya yang masuk kriteria dan telah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) bupati/walikota/gubernur.

Ririn tak hapal, jumlah keseluruhan BCB yang sudah teridentifikasi. Namun, menurut dia, paling banyak di kota. "Warisan budaya di kota ada 350 sekian rumah, " ungkapnya.

Itupun, belum termasuk yang masih berada di dalam daftar tunggu (waiting list). Ririn mencatat di kota ada 400 rumah yang masuk daftar tunggu.

Ia tak berani menyebut berapa total pagu untuk pelestarian BCB pada Danais 2014, karena khawatir angkanya berubah ketika disetujui oleh Kementerian Keuangan.

Adapun besaran bantuan untuk pelestarian tersebut tiap rumahnya, ujar Ririn, berbeda- beda tergantung dari kelas atau klasifikasinya. Kerusakan yang dialami BCB juga mempengaruhi besaran bantuan.

"Tim penilaian dari Disbud akan menghitung kerusakan tersebut," ujar dia.

Sementara di Kotagede, sejak gempa 2006 lalu, berdasarkan catatan Harian Jogja, dari 350 unit BCB, 35 di antaranya terjual.

Disinyalir mahalnya biaya perawatan membuat pemilik memilih menjualnya. 2010 silam, rumah almarhum Abdul Kahar Muzakir- tokoh penandatangan piagam Jakarta- dibiarkan tak terehabilitasi setelah ambruk karena hujan.