Jogja Outer Ringroad Akan Dikaji Ulang

Daniel Ari PurnomoArus lalu lintas didominasi kendaraan berat di Ring Road Solo-Karanganyar, Kamis (26 - 7). Jalur tersebut rawan kecelakaan
12 Februari 2014 12:25 WIB Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Realisasi Jogja Outer Ringroad (JOR) yang pernah diwacanakan pada 2012 lalu masih akan ditinjau ulang. Penambahan infrastruktur jalan itu penting untuk menggaet investor.

Kepala Badan Kerja Sama dan Penanaman Modal DIY Dominicus Supratikto mengaku tak ingin larut dalam kekecewan Foxconn Techology yang berencana beriventasi di Jogja tapi justru memutuskan menandatangani letter on intens dengan Pemda DKI Jakarta.

“Mereka punya pertimbangan sendiri, kalau masih tertarik ya syukur, kalau enggak ya piye meneh, kami sudah berusaha,” ujar dia di Kompleks Perkantoran Pemda DIY, Selasa(11/2/2014).

Foxconn saat mengundang Gubernur DIY ke lokasi pabrik di China dan Taiwan 19-23 Januari lalu mempertanyakan ketersediaan infrastraktur yang layak di DIY, termasuk kepastian pendirian Bandara Internasional di Kulonprogo.

Supratikto berharap bandara itu dapat segera tereliasasi, karena untuk pengiriman yang cepat perusahaan besar sangat membutuhkan bandara representatif.

Jogja Outer Ringroad (JOR) menjadi salah satu solusi yang diusulkan Sekretaris Daerah Ichsanuri untuk memperbaiki infrastruktur jalan di DIY. Namun, kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum DIY Rani Sjamsinarsi JOR masih akan dikaji ulang mengikuti perubahan perda tata ruang wilayah No2/2010 pada 2015.

Perubahan itu dilakukan karena menyesuaikan program keistimewaan, kawasan rawan bencana Merapi dan bandara. Sedianya JOR dimulai dari Prambanan-Piyungan-Palbapang-Pandak-Sedayu-Sentolo-Tempel dengan lebar jalan ideal 14 meter.

Jalan yang bagus, kata Supratikno, menjadi modal Pemda DIY dalam bernegoisasi soal aksesibilitas dengan investor.

Meski mengaku belum pernah mendapatkan komplain langsung soal buruknya infrastruktur jalan, Supratikto melihat belum mendukungnya jalan di DIY untuk kontainer-kontainer besar terutama jalan yang menuju kawasan industri Piyungan. (Andreas Tri Pamungkas)