13.000 Rumah di Bantul Tidak Layak Huni

Salah satu warga Bungasan, Karangturi, Gantiwarno duduk di depan rumahnya yang kondisinya memprihatinkan. Total di dusun tersebut ada lebih dari 132 rumah yang tidak layak huni. Foto diambil belum lama ini. (Shogib A/JIBI - Solopos)
12 Februari 2014 15:13 WIB Bhekti Suryani Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Sebanyak 13.000 lebih rumah di Bantul tidak layak huni. Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) berjanji mengentaskan perumahan dan tempat tinggal tak layak huni termasuk yang ada di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul Tri Saktiyana menyebut pada 2012, tercatat ada 17.961 unit rumah tidak layak huni di daerah ini.

Kriterianya, rumah itu masih berlantaikan tanah, berdinding gedek, atau beratap rumbia. Hingga tahun ini, pemerintah pusat maupun daerah hanya mampu menurunkan jumlah rumah tidak layak huni sekitar 4.500 unit.

Sebanyak 3.500 di antaranya berasal dari bantuan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) lewat dana stimulan bedah rumah, serta sebanyak 1.000-an rumah dibantu oleh dana APBD. Kini, kata dia, masih ada sekitar 13.000 lebih rumah tidak layak huni yang harus dientaskan.

Tri mengakui, upaya menekan jumlah rumah tidak layak huni di Bantul terbilang lambat. "Karena fakta di lapangan, ada bedah rumah atau pembangunan rumah baru. Rumah baru itu ditempati anaknya, yang rumah lama tetap didiami orang tua. Eman-eman [sayang] kalau dibongkar. Jadi rumah tidak layak huni itu tetap masih ada," katanya, Selasa (11/2).

Ia berharap, program bedah rumah dari Kemenpera tetap berlanjut hingga sekarang.