TAMBANG PASIR BESI KULONPROGO : Pantai Trisik Tersingkir, Glagah Bertahan

13 Februari 2014 14:26 WIB Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerintah Kabupaten Kulonprogo menegaskan komitmennya terkait masa depan objek wisata bahari di Kota Binangun.

Dua objek, Pantai Trisik dan Bugel tidak akan mengalami pengembangan. Hanya Pantai Glagah yang akan dipertahankan Pemkab sebagai sarana objek wisata yang memiliki nilai jual.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo mengungkapkan area Trisik dan Bugel masuk dalam cakupan kontrak karya megaproyek pasir besi sehingga tidak memungkinkan pihaknya mengembangkan potensi di objek wisata itu. Di satu sisi, Trisik dan Bugel selama ini juga kurang memberikan kontribusi maksimal dalam pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi tiket masuk. Pasalnya dua objek wisata ini kurang dapat memikat wisatawan.

"Jadi tidak mungkin kami mengembangkan Trisik dan Bugel. Langkah itu akan bertentangan dengan kontrak karya," ujar Hasto, akhir pekan lalu.

Lebih lanjut, upaya pengembangan hanya menyasar ke Glagah karena objek wisata itu selama ini memiliki potensi menggembirakan. Glagah selalu menyumpang PAD pariwisata terbesar dibanding beberapa objek wisata lainnya. Lebih dari 60% PAD retribusi pariwisata bersumber dari Pantai Glagah.

Namun demikian, untuk menuju langkah pengembangan Glagah pun juga tidak akan dilakukan dalam waktu dekat. Glagah harus mengalah dengan megaproyek bandara sehingga pengembangannya tergantung bandara baru.

"Nanti kalau pembangunan infrastruktur dilakukan akan mengganggu proyek bandara, termasuk pembebasan lahannya," tandasnya.

Pengembangan yang terlalu tergesa-gesa menurut Hasto tidak hanya mengganggu pembebasan lahan saja. Justru ketika bandara mulai dibangun akan semakin mengganggu kelangsungan pembangunannya karena bandara butuh banyak ruang," lanjut dia.

Sebagai penggantinya, proyeksi objek wisata akan terfokus mengarah ke wilayah utara Kulonprogo.