Jarak Pandang terbatas, Puluhan Kecelakaan Terjadi di Bantul

DEBU KUTOARJOWarga beraktivitas meskipun debu vulkanik akibat letusan Gunung Kelud masih menutupi Kutoarjo, Purworejo, Jawa Tengah, Sabtu (15/2). Dampak letusan tersebut, tidak hanya terasa di Kediri dan Blitar namun juga di daerah lainnya di Jawa Tengah dan Jawa Barat. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean -
15 Februari 2014 17:52 WIB Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Puluhan warga di Bantul menjadi korban kecelakaan (laka) lalu lintas lantaran terganggunya pemandangan akibat pekatnya abu vulkanik Gunung Kelud yang mengguyur wilayah DIY sepanjang Jumat (14/2/2014).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mengerahkan mobil pemadam kebakaran untuk menyingkirkan debu dan pasir yang menebal di jalanan.

Humas RS PKU Muhamadiyah Bantul Johan Nasrudin Firdaus menyatakan, sejak pagi hingga Jumat siang jelang sore, tercatat ada 32 warga yang dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) karena kecelakaan atau menghirup abu vulkanik.

"Ini data sementara, kemungkinan masih akan bertambah hingga sore atau malam," ungkapnya, Jumat (14/2/2014).

Dari total 32 warga yang dirawat di IGD, mayoritas karena kecelakaan sepeda motor. Hanya sekitar lima di antaranya yang dirawat karena mengalami sesak nafas akibat abu vulkanik. Mereka kebanyakan merupakan warga lanjut usia (lansia).

Sedangkan kecelakaan sepeda motor, kebanyakan dialami warga yang masih muda dan juga remaja. "Kebanyakan warga yang berangkat kerja atau mau berangkat sekolah,” katanya.

Di RSUD Panembahan Senopati terdapat 12 pasien yang mendapat penanganan di IGD. Sepuluh di antaranya akibat kecelakaan di jalan raya. Adapun dua pasien karena terserang penyakit ispa karena menghirup abu vulkanik.

"Hanya ada satu pasien kecelakaan yang akhirnya harus kami rujuk ke RS Harjo Lukito karena luka parah. Dua pasien lain rawat inap di sini dan yang lain berobat jalan," ujar Gandung, dokter bertugas di IGD RSUD Panembahan Senopati.

Pantauan media ini di sejumlah titik di Kabupaten Bantul, abu pekat menyelimuti sepanjang jalan raya maupun jalan kecil. Untuk jalan raya yang dipadati kendaraan, pandangan mata nyaris tertutup oleh debu. Pengguna jalan hanya mengandalkan lampu kendaraan untuk dapat melintas.