Di Bantul, 4 Jenis Barang Ini Dipantau
<p><em>Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul, melakukan pemantauan stok kebutuhan pokok dengan fokus pada empat komoditas</em></p>
Harianjogja.com, SLEMAN-Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menyediakan 60.000 karung plastik untuk dibagikan kepada masyarakat yang akan melakukan pembersihan abu vulkanik erupsi Gunung Kelud yang melanda wilayah setempat.
"Sebanyak 60 ribu karung plastik atau bagor siap dibagikan ke msyarakat melalui Kantor Kecamatan secara cuma-cuma," kata Kepala Bagian Humas Setda Kabupaten Sleman Endah Sri Widiastuti, Minggu (16/2/2014).
Menurut dia, agar abu vulkanik tidak mengganggu drainase yang nantinya dapat menimbulkan masalah baru, masyarakat diminta untuk tidak membuang abu di draenase atau saluran irigasi.
"Abu vulkanik dimasukan dalam bagor yang bisa diambil di masing-masing kecamatan," katanya.
Ia mengatakan, pascahujan abu vulkanik Gunung Kelud, Pemerintah Kabupaten Sleman memberikan apresiasi terhadap masyarakat Sleman yang telah bergerak secara gotong royong membersihkan lingkungannya.
"Diimbau agar masyarakat juga dapat ikut membantu membersihkan abu vulkanik yang berada di tepi jalan raya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
<p><em>Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul, melakukan pemantauan stok kebutuhan pokok dengan fokus pada empat komoditas</em></p>
Penembakan terjadi di dekat Gedung Putih, AS. FBI dan Dinas Rahasia menangani insiden yang melukai dua orang.
BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan lebat disertai petir dan angin kencang di sejumlah kota besar Indonesia pada Minggu.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Ketua BPD Hipmi Jatim Ahmad Salim Assegaf membantah narasi mayoritas BPD Hipmi menolak pelaksanaan Munas XVIII Hipmi di Lampung.
Selain mempermudah mobilitas, kehadiran bus KSPN juga diarahkan untuk mendorong penggunaan transportasi publik yang lebih ramah lingkungan di kawasan pariwisata