Kisah Udi, Petugas yang Berjalan 12 Km Demi Jalur Kereta Aman Dilalui
Udi Analisa berjalan sekitar 12 km setiap hari memeriksa rel dari Patukan ke Lempuyangan demi memastikan perjalanan kereta tetap aman.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Sebanyak 35 personel kepolisian akan disiagakan di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul untuk mengantisipasi gangguan keamanan saat penyelenggaraan pemilu 2014 mendatang.
Kepala Bagian Operasional Polres Gunungkidul Komisaris Polisi Suradji mengatakan, pengamanan di kantor KPU akan mulai diberlakukan saat tahapan pemungutan suara dan penghitungan suara.
Pengamanan dilakukan secara terbuka dengan polisi berpakaian dinas dan pengaman tertutup dengan polisi berpakaian preman.
Pengamanan KPU, kata Suradji untuk mengantisipasi gangguan kemanaan dan ketertiban dalam menanggapi hasil pemilu. “Ada satu SST [Satuan Setingkat Peleton] atau 30 personel yang kami siagakan di KPU,” kata Suradji saat dihubungi Senin (17/2/2014).
Ketua KPU Gunungkidul Zainuri Ichsan mengatakan, beberapa perlengkapan pemilu sudah hampir siap. Alat perlengkapan pemilu yang sudah datang diantaranya tinta, alat pencoblosan berikut bantalannya dan sampul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Udi Analisa berjalan sekitar 12 km setiap hari memeriksa rel dari Patukan ke Lempuyangan demi memastikan perjalanan kereta tetap aman.
PSIM Jogja menyiapkan enam pemain EPA U-20 dan U-18 untuk League Cup 2026/2027 sekaligus memberi kesempatan kepada pemain minim menit bermain.
Sedayu General Hospital Bantul mengembangkan terapi oksigen hiperbarik untuk membantu pemulihan pasien sekaligus mendukung kebugaran dan wellness tourism di DIY
Pdt Jimmy Marcos menegaskan gereja harus menyuarakan ketidakadilan, mulai dari dampak MBG, karhutla, hingga proyek di Papua.
DPRD Sleman mendorong generasi muda menghidupkan olahraga tradisional untuk melestarikan budaya, membangun karakter, dan memperkuat kebersamaan.
Serapan anggaran belanja Bantul per 30 Oktober 2026 mencapai 69,64%. DPUPKP menjadi OPD dengan realisasi terendah, yakni 48,14%.