Tak Lolos CPNS, Pegawai Honorer di Bantul Protes

Ilustrasi pengumuman CPNS (Burhan Aris Nugroho/JIBI - Solopos)
21 Februari 2014 11:36 WIB Bhekti Suryani Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Ratusan pegawai honorer Kategori II yang tidak lolos seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) memprotes pemerintah dan mengeluhkan ketidakjelasan status kepegawaian mereka.

Sedikitnya 300 orang pegawai honorer Kategori II yang bekerja sebagai guru, tenaga kesehatan, penjaga sekolah, tukang kebun, tenaga teknis dan pegawai lainnya mengadukan nasib mereka ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) serta Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Bantul di Pendapa Rumah Dinas Bupati Bantul, Kamis (20/2/2014).

Mereka adalah pegawai yang bekerja di instansi negeri atau lembaga pemerintah namun tidak digaji dari dana APBN atau APBD.

Ratusan guru tersebut merupakan bagian dari total 774 pegawai honorer yang tidak lolos seleksi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemenpan). Kemenpan hanya meloloskan 592 pegawai honorer Kategori II di Bantul menjadi CPNS dari total 1.366 pegawai yang mengikuti seleksi.

Koordinator Pegawai Honorer Kategori II, Subardi mengungkapkan, pihaknya mempertanyakan kejelasan status mereka setelah tidak lolos seleksi CPNS. Selain itu, para pegawai honorer itu juga kecewa dengan seleksi yang dilakukan Kemenpan, karena dianggap tidak adil.

"Yang sudah bekerja puluhan tahun tidak lolos, yang muda-muda itu yang baru masuk beberapa tahun justru lolos. Harusnya masa kerja juga jadi bobot penilaian," kata Subardi Kamis (20/2/2014).

Bahkan ada pegawai yang sudah bekerja selama 36 tahun tetap tidak diangkat menjadi CPNS.

Pegawai lainnya mengungkapkan adanya kecurangan dalam seleksi kali ini. "Padahal yang muda-muda yang diterima itu memanipulasi data sehingga bisa lolos. Jangan dianggap kami yang enggak lolos ini bodoh," tegas Muhamad Syaefuddin salah seorang Guru SD dari Sewon Bantul.