CPNS Curang Bakal Dicoret

22 Februari 2014 15:55 WIB Bhekti Suryani Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Bantul menegaskan bakal mencoret pegawai honorer Kategori II dari daftar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) bila terbukti melakukan kecurangan dalam proses seleksi.

Kepala BKD Bantul Supriyanto mengatakan, pihaknya akan mencoret nama pegawai honorer yang ketahuan memanipulasi data. Menurut dia, Pemkab mempunyai kewenangan mencoret daftar peserta CPNS tersebut bila ditemukan adanya pemalsuan.

Meski yang melakukan seleksi adalah pemerintah pusat. "Daerah berhak mencoret, kami akan coret dari daftar kalau memang benar ada pemalsuan data," tegasnya, Jumat (21/2/2014).

Pemalsuan data tersebut, menurut dia, mengenai tanggal pengangkatan yang bersangkutan sebagai pegawai honorer atau Surat Keputusan (SK) pengangkatan pegawai honorer. Sesuai aturan, pegawai honorer kategori II yang boleh mengikuti seleksi adalah mereka yang diangkat sebagai pegawai honorer sebelum 2005.

"Biasa kan supaya bisa lolos, tanggal pengangkatan di SK-nya dibuat mundur menjadi sebelum 2005 jadi bisa ikut seleksi," ungkapnya.

Pemkab Bantul, kata dia, menunggu penyerahan laporan secara resmi terkait adanya kecurangan dalam porses seleksi CPNS tersebut. "Kami minta laporan disampaikan secara resmi dan tertulis, tidak hanya secara lisan," imbuhnya.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Bantul, Sahari mengaku tidak tahu bila ada indikasi kecurangan yang dilakukan oleh sejumlah pegawai honorer demi lolos seleksi CPNS.

"Saya enggak tahu kalau ada kecurangan, biar nanti BKD yang menangani," tutur mantan Kepala Dinas Pendidikan Dasar Bantul tersebut.

Seperti diketahui, sebanyak 592 orang pegawai honorer Kategori II di Bantul lolos seleksi CPNS dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemenpan), dari total 1.366 pegawai yang mengikuti seleksi.

Mereka adalah pegawai yang bekerja di instansi negeri seperti guru, petugas kesehatan, penjaga sekolah dan lainnya, namun tidak digaji dari APBN atau APBD.

Kamis (20/2/2014) lalu, ratusan guru yang tidak lolos seleksi CPNS protes ke Pemkab Bantul. Mereka menyatakan, sebagian pegawai yang lolos CPNS melakukan kecurangan data.

"Yang muda-muda yang lolos itu kami semua tahu, mereka memalsukan data makanya bisa lolos," ungkap Muhamad Syaifudin, salah seorang guru honorer di SD Sewon.