Rumput Terkena Debu, Sapi Malas Makan

Dua petani membawa rumput gajah menggunakan grobak luncur, melintas di kawasan Desa Puspo, Kecamatan Puspo, Pasuruan, Jatim, Jumat (27/12/2013). Rumput gajah tersebut di jual dengan harga Rp 15ribu perdua ikat kepada para peternak sapi perah. ANTARA FOTO - Adhitya Hendra
23 Februari 2014 08:15 WIB Rima Sekarani Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Rumput di wilayah Sleman untuk hijauan makanan ternak (HMT) yang terkena abu vulkanik membuat sapi enggan memakannya.

Ketua Kelompok Peternak Sapi Andhini Rahayu di Moyudan, Basuki, mengaku sapi-sapinya stres setelah hujan abu.

"Kalau secara fisik tidak terlihat, tapi nafsu makannya terganggu," ucap Basuki, Jumat.

Basuki mengatakan meski rumputnya sudah dicuci, sapi tetap tidak makan dengan lahap.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelayanan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kabupaten Sleman, Harjanto berpesan agar kebersihan kandang dan makanan ternak dijaga agar mengurangi resiko banyaknya paparan debu masuk saluran pernapasan.

“Kalau sampai sakit, tentu akan mempengaruhi produksi. Tapi ini belum kita amati dampaknya karena memang beberapa bulan baru kelihatan,” kata Harjanto.