Mendikdasmen Tegaskan Ekskul Korps Kadet Tak Wajib
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Ilustrasi keributan (JIBI/Solopos/Dok)
Harianjogja.com, BANTUL—Diduga dipicu karena perbedaan dukungan caleg yang diusung dalam pemilu, enam pemuda Donotirto, Kecamatan Kretek, Bentul, terlibat perkelahian di Puskesmas Kretek, Rabu (25/2/2014) sekitar pukul 17.20 WIB.
Lima orang pelaku seorang di antaranya perangkat Desa Donotirto bernama Jumirin turut terlibat pengroyokan.
Informasi yang dihimpun dari saksi korban kejadian, seorang yang terlibat dalam perkelahian itu merupakan relawan pendukung caleg dari salah satu partai bernama Lilik. Dia luka memar akibat dikeroyok ramai-ramai oleh kawanan pelaku usai pesta minuman keras.
Duel lima lawan satu juga menyebabkan korban lain bernama Indra Murti Aji, 27, warga Paker, Desa Mulyodadi, Bambanglipuro ikut babak belur saat berusaha melerai keributan.
"Saya datang ke lokasi bermaksud mau melerai teman saya Lilik yang dikeroyok, tapi lima orang itu malah menyerang saya," ujar Aji, Kamis (27/2/2014).
Menurut Aji yang menjadi karyawan di RS Panembahan Senopati itu, ada lima pelaku pengroyokan yakni Jumirin alias Kerek, yang merupakan pamong desa di Desa Donotirto, Sulindro, Bege dan dua pemuda lain yang belum dikenali.
Aji mengaku luka di beberapa bagian tubuh seperti rahang kiri dan kening kanan memar akibat bogem mentah pelaku secara bertubi-tubi. Ajik mengaku telah meminta visum medis dan melapor ke Polsek Kretek.
Menurut Aji, dari keterangan Lilik, peristiwa pengeroyokan terjadi karena para komplotan pengeroyok mengusung caleg berbeda parpol. "Saya datang bermaksud melerai tapi malah dikeroyok," imbuh karyawan di bidang layanan informasi RS Panembahan Senopati itu.
Ajik sudah menyerahkan kepada pihak berwajib Polsek Kretek agar para pelaku penganiayaan mempertanggujawabkan perbuatan mereka. Ia tidak mau mencabut laporan dan meminta petugas tetap meneruskan proses hukum. "Hukum tetap harus jalan demi keadilan," tandas Ajik.
Hingga berita ini diturunkan, upaya musyawarah korban Lilik dengan kelima pengeroyok belum mencapai kata damai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo Selasa 6 Oktober 2026 tersedia di Masjid Temon, lengkap dengan lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Prakiraan cuaca DIY Selasa 6 Oktober 2026 menunjukkan potensi udara kabur di Sleman dan suhu maksimum 35°C di Kota Jogja.
Bupati Kulonprogo Agung Setyawan mengajak siswa SMPN 3 Kokap menjauhi judi online, radikalisme, dan perundungan serta melanjutkan pendidikan.
Jadwal SIM Keliling Jogja Senin 5 Oktober 2026 tersedia di Alkid dan MPP Balaikota. Cek jam layanan dan syarat perpanjangan SIM.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Selasa 6 Oktober 2026 tersedia mulai dini hari hingga malam. Cek rute dan tarif Rp80.000.