OPINI: Apoteker Masa Depan Tidak Cukup Hanya Pintar tentang Obat
Pendidikan farmasi perlu menyiapkan apoteker masa depan yang kuat dalam ilmu, kolaborasi, literasi digital, AI, inovasi, kepemimpinan, dan perspektif One Health
Harianjogja.com, KULONPROGO—Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates ikut sibuk mempersiapkan diri menghadapi penyelenggaraan Pemilu.
Kesiapan RSUD terutama mengantisipasi kemungkinan adanya calon legislator (Caleg) yang terserang gangguan jiwa setelah gagal mendulang suara dalam Pemilu.
Direktur Pelayanan RSUD Wates, Witarto mengatakan, RS itu sudah komitmen untuk intensif menangani kemungkinan adanya caleg stres akibat gagal dalam Pemilu.
"Kami saat ini telah menyiapkan dokter ahli jiwa, untuk penanganan pasien rawat jalan, terutama gangguan jiwa ringan hingga sedang, misalkan depresi," ujar Witarto, Rabu (2/4/2014).
Lebih lanjut dia mengungkapkan, jika gejala depresi diikuti gangguan penyakit lainnya, RSUD sudah memiliki metode penanganan tersendiri sesuai standar.
"Kami hanya memiliki satu orang dokter ahli jiwa, namun jika caleg mengalami depresi dan komplikasi penyakit lain, kami juga punya dokter bedah, dokter penyakit dalam, dokter THT dan lainnya", terangnya.
Adapun untuk gangguan jiwa berat , misalnya mencoba bunuh diri, pihak RSUD akan berupaya menyelamatkan pasien terlebih dahulu, sebelum dirawat intensif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pendidikan farmasi perlu menyiapkan apoteker masa depan yang kuat dalam ilmu, kolaborasi, literasi digital, AI, inovasi, kepemimpinan, dan perspektif One Health
MK menilai gugatan syarat administrasi Gibran tidak relevan dan telah melampaui tahapan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2024.
Pew Research Center mencatat 10 negara dengan proporsi warga yang tidak berdoa setiap hari. Swedia tertinggi, disusul Hungaria dan Jerman.
Pematangan lahan PSEL Piyungan dimulai Oktober 2026 dan ditargetkan rampung Desember sebelum pembangunan fisik dimulai.
Empat WNI korban pembajakan kapal MT Honour 25 oleh perompak Somalia dipulangkan ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta.
MK tak menerima gugatan terkait syarat pendidikan Gibran karena pemohon dinilai tak memiliki kedudukan hukum mengajukan perkara.