Prabowo Minta Tepung Singkong Diproduksi Skala Besar untuk Padamkan Karhutla
Prabowo meminta bahan pemadam karhutla berbahan baku singkong diproduksi massal setelah inovasi Babinsa Lubuk Linggau dinilai efektif.
Harianjogja.com, KULONPROGO- Bau limbah yang muncul di lingkungan Puskesmas Lendah I Kabupaten Kulonprogo bisa disebabkan kesalahan pengerjaan.
Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo, Bambang Haryatno, menuturkan, saat ini sedang dilakukan perbaikan saluran tempat penampungan limbah di Puskesmas Lendah I.
“Ada kemungkinan ini salah di pengerjaan awal, sehingga limbah medis dan rumah tangga jadi satu sehingga tempatnya kepenuhan, tetapi sekarang sedang proses perbaikan dan pemisahan,” terangnya, Selasa (22/4/2014).
Ia menguraikan, idealnya pembuangan limbah terpisah sesuai dengan jenisnya, untuk limbah rumah tangga tetap menggunakan tempat yang lama, sementara limbah medis ditampung dengan menggunakan jeriken. Pengolahan limbah medis, imbuhnya, dilakukan pihak ketiga yang secara berkala mengambil dari puskesmas.
Bambang juga memastikan, kasus seperti ini hanya terjadi di satu puskesmas, karena ia tidak pernah mendapat laporan serupa dari puskesmas lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prabowo meminta bahan pemadam karhutla berbahan baku singkong diproduksi massal setelah inovasi Babinsa Lubuk Linggau dinilai efektif.
Spider-Noir Nicolas Cage resmi dibatalkan setelah satu musim. Serial ini justru meraih 11 nominasi Emmy dan skor tinggi di Rotten Tomatoes.
Port USB-C HP rusak? Kenali penyebab, cara mengecek, biaya perbaikan, hingga kapan komponen tersebut perlu diganti agar tidak salah mengambil keputusan.
DPRD Bantul mendorong pelajar bijak bermedia sosial sekaligus produktif di ruang digital. Program kecakapan digital menyasar hampir 20 sekolah.
Riset World Giving Report 2026 mengungkap Rumania menjadi salah satu negara paling dermawan di Uni Eropa. Simak temuan CAF soal donasi masyarakat Eropa.
Budaya lokal dinilai bisa menjadi pembeda kuat di tengah tren wisata dan pengalaman yang semakin seragam. Namun, agar mampu menarik perhatian generasi saat ini,