Terungkap! Motif Bayi Ditinggal di KA Sancaka Solo, Ini Kronologinya
Polisi ungkap kasus bayi dibuang di KA Sancaka Solo. Dua orang tua kandung jadi tersangka, ini kronologi lengkap dan motifnya.
Harianjogja.com, JOGJA- Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindagkop DIY, Eko Witoyo mengatakan menurut pantuannya tidak ada lonjakan harga kebutuhan pokok di pasar. Beberapa kebutuhan utama seperti beras, gula dan minyak terlihat stabil.
“Perubahan harga tidak tampak untuk kebutuhan pokok. Tapi untuk daging memang ada perubahan, namun tidak signifikan. Kalau saat ini kebutuhan pokok masih stabil saja,” kata Eko, Kamis (24/4/2014).
Pedagang daging sapi di Pasar Beringharjo, Winarsih mengaku harga daging sapi tetap stabil. “Harga daging tidak ada kenaikan, tetap Rp96.000 per kilogram,” tuturnya.
Hanya saja menurutnya, beberapa hari belakangan ini penjualan sedikit mengalami penurunan. “Belakangan ini penjualan agak menurun. Mungkin karena sudah akhir bulan, tanggal tua,” katanya.
Pedagang telur ayam dan miyak goreng di Pasar Beringharjo, Harni mengatakan terjadi sedikit kenaikan pada harga telur, sedangkan minyak goreng tetap Rp13.000 per liter. “Harga telur ayam sekarang Rp15.500. Harganya naik sekitar tiga hari yang lalu, sebelumnya Rp14.000 per kg,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi ungkap kasus bayi dibuang di KA Sancaka Solo. Dua orang tua kandung jadi tersangka, ini kronologi lengkap dan motifnya.
Samsung kembali menjadi vendor smartphone terbesar dunia pada kuartal II 2026. Krisis memori global membuat pasar HP lesu dan harga perangkat berpotensi naik.
Memasuki tahun ajaran baru, orang tua perlu menentukan uang saku anak secara tepat. Simak cara menghitung nominal ideal sekaligus mengajarkan literasi keuangan
Superkomputer Opta menempatkan Prancis sebagai favorit juara Piala Dunia 2026 dengan peluang 34,05 persen. Argentina justru berada di posisi terakhir di antara
Pemerintah kembali menyalurkan bantuan pangan beras kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat selama Juli hingga September 2026. Setiap keluarga akan menerima
DLH Kulonprogo mencatat volume sampah yang masuk TPA Banyuroto turun dari 33 ton menjadi 24 ton per hari setelah penerapan aturan penolakan sampah organik.