OPINI: Panas Ekstrem, Bencana Sunyi yang Menggerus Ekonomi
Panas ekstrem diam-diam menggerus ekonomi Indonesia. Saatnya beralih dari respons bencana ke adaptasi iklim yang antisipatif.
Harianjogja.com, KULONPROGO- Kapolsek Temon, Kompol Sukadi, memantau adanya pemasangan spanduk bertuliskan dukungan terhadap pembangunan bandara di wilayah Temon.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, pemasangan spanduk dilakukan pada malam Sabtu (26/4/2014) di beberapa titik, antara lain, Pedukuhan Turi, perempatan Mlangsen, sekitar Balai Desa Glagah, dan lain-lain.
Sekalipun demikian, ia belum memperoleh laporan yang dapat memicu konflik sosial.
“Kami masih menyelidiki siapa yang memasang, tetapi yang jelas kami akan menggiatkan patroli malam di daerah-daerah tersebut untuk menjaga situasi tetap kondusif,” terangnya.
Ketua Wahana Tri Tunggal (WTT), Purwinto, mengaku warga pesisir yang menolak pembangunan bandara tidak mempermasalahkan pemasangan spanduk-spanduk tersebut dan tetap konsisten pada sikap semula, yakni menolak pembangunan bandara di Kulonprogo.
“Kami juga tidak akan mencopot spanduk tersebut, dibiarkan saja, walaupun provokatif,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Panas ekstrem diam-diam menggerus ekonomi Indonesia. Saatnya beralih dari respons bencana ke adaptasi iklim yang antisipatif.
Ekonomi Batang tumbuh 7,74% pada 2025, lampaui nasional. Bupati Faiz raih penghargaan bergengsi.
AS vs Paraguay di Piala Dunia 2026 Grup D, simak jadwal, prediksi skor, dan susunan pemain terbaru.
Rupiah melemah dan IHSG turun, ekonom UKDW sebut kepercayaan investor menurun dan ancam ekonomi nasional.
BEM Soloraya gelar demo di DPRD Solo, sampaikan 9 tuntutan dari isu nasional hingga sampah Putri Cempo.
Shafiyah Expo 2026 digelar di JEC Jogja pada 19-21 Juni dengan pasar halal, UMKM syariah, Pure Talks, dan kajian ulama nasional.