Mengenal Flores Thrust, Sesar Pemicu Gempa M 7,7 di NTT
Gempa M 7,7 NTT berkaitan dengan Flores Back Arc Thrust. Sesar ini berpotensi memicu gempa besar dan memiliki sejarah gempa merusak.
Harianjogja.com, TEMON—Warga Dusun Sidorejo, Desa Glagah, Kecamatan Temon, menolak jatah beras miskin (raskin). Sebanyak 25 dari 217 karung berisi raskin masih tersimpan di Balaidesa Glagah sejak Rabu (14/5/2014) lalu.
Kabarnya, keengganan warga menerima raskin ini berkaitan erat dengan sikap warga yang menolak rencana pembangunan bandara di Kulonprogo.
Kabag Kemasyarakatan Desa Glagah, Eulis Yulianti, membenarkan, sebagian warga Sidorejo tidak mengambil raskin yang dialokasikan pada pertengahan Mei 2014 tersebut.
Menurut dia, sisa 25 karung raskin masing-masing seberat 15 kilogram di Balaidesa Glagah karena tak diambil oleh penerima jatah. “Alokasi yang belum diambil ini untuk alokasi di Sidorejo,” ungkapnya, Selasa (20/5/2014).
Kendati demikian, ia tidak tahu pasti alasan warga menolak raskin. Sejak awal raskin didistribusikan ke balaidesa, jelasnya, warga Sidorejo tidak ada satu pun yang mengambil jatah bantuan tersebut. Eulis juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kulonprogo terkait hal ini.
“Dinas memberikan jangka waktu satu minggu kepada warga untuk mengambil, tetapi sampai hari ini belum ada yang mengambil, mungkin kami akan koordinasi lagi dengan dinas, apalagi kami harus membayar klaim raskin Rp1.600 per kilogram,” terangnya. Rencananya, akan ada pertemuan antara warga dengan kepala desa Glagah di balai desa untuk membahas hal ini.
Menurut Eulis, persoalan ini baru pertama kali terjadi. Alokasi raskin pada bulan-bulan sebelumnya lancar dan tidak menemui kendala. Raskin di Glagah diberikan kepada 217 KK miskin yang tersebar di sembilan pedukuhan, yakni, Kepek, Bapangan, Sidorejo, Kreteg, Macanan, Bebekan, Lohgede, Sangkretan, dan Glagah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa M 7,7 NTT berkaitan dengan Flores Back Arc Thrust. Sesar ini berpotensi memicu gempa besar dan memiliki sejarah gempa merusak.
BEI berencana menghapus batas minimum Rp50. Saham GOTO secara teori bisa turun hingga Rp1, tetapi tetap bergantung pada fundamental.
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan warga Gilingan yang mengamuk dan mengancam warga dengan obeng sebelum dibawa ke RSJ Kentingan.
BPS menjelaskan arti desil 1-10 dalam DTSEN, indikator yang digunakan, serta alasan desil bukan penentu tunggal penerima bansos.
Kemenhub memproses 35 izin khusus pesawat registrasi asing untuk mendukung pemadaman karhutla dengan tetap mengutamakan keselamatan penerbangan.
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.